Assalamualaikum Wr. Wb.---Selamat Datang di masitan70.blogspot.com---SEMOGA BERMANFAAT!!!
Tampilkan postingan dengan label Mus musculus L. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mus musculus L. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Desember 2012

Sharing My Research


Lebih jelasnya tertuang dalam diagram alir sebagai berikut:



Hasil Penelitian yang diperoleh berdasarkan grafik, adalah sebagai berikut:


 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa ekstrak biji rambutan mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah hewan percobaan yang telah diinduksi dengan aloksan. Efektifitas anti diabetes ekstrak biji rambutan setelah pemberian 28 hari adalah makin tinggi kadar ekstrak efek antidiabetesnya  (pada kadar 0,75 cc/g BB)  lebih baik dan lebih bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Ucapan Terima Kasih                    

Pada kesempatan ini, penulis menghanturkan terima kasih kepada Ditjen Dikti atas Dana yang diberikan pada pelaksanaan penelitian ini melalui Program PKM-P tahun anggarana 2010/2011. Kepada Rektor UNIMED beserta jajarannya khususnya kepada Bapak Prof. Dr Ramlan Silaban, M.Si, selaku pembimbing yang dengan sabar mengarahkan, membimbing, serta memberi masukan selama penelitian ini. Penulis juga ucapkan terima kasih kepada Ketua Jurusan Kimia dan Kepala Laboratorium Kimia UNIMED, Bapak Prof. Dr. Herberth Sipahutar, M.Sc atas masukan dan arahan dalam pemeliharaan dan perlakuan hewan coba, serta kepada Ibu Nelma, M. Kes, Dosen Jurusan Analis Poltekes Depkes Medan atas masukan yang diberikan dalam metode analisis klinik. 


Dan kepada teman-teman kami yang telah memberikan sumbangsihnya dalam penelitian ini Suhendri Panjaitan, Doli Fadly, Salim Efendy, Arif Suprafto, Meriati Siregar, dan kak Luis.

--Jurnal Pendidikan Kimia, Volume 3 Nomor 1 Edisi April 2011, hal 43. Medan, Program Studi Magister Pendidikan Kimia Universitas Negeri Medan--


Senin, 12 November 2012

Mus musculus-ku Malang



Mencit atau nama kerennya adalah Mus musculus L, digunakan sebagai 'korban' untuk penelitian laboratorium yang membutuhkan pembuktian atas suatu hipotesis yang diajukan.... ***Perlu saya sampaikan kawan-kawan, Untuk perlakuan yang tak semestinya terhadap mencit ini, perlu lah mengurus surat izin "atas kode etik hewan" tersebut, agar tak ada yang menggugatmu*** ^_^ ini berdasarkan pengalaman saya,...hehehe


3 wanita keren (Asqo, Ita, Devi)
3 wanita keren yang sebelumnya tak pernah mendengar kata 'mencit' sepanjang hidupnya, kini harus berkutat disekitar si 'mencit' dan menyayanginya....
Bukan perkara mudah kawan.... butuh pengorbanan dan keberanian untuk memegangnya setiap hari.... Walaupun cukup hati-hati, tetap saja ada korban yang terluka atas pemberontakan si 'mencit' yang dengan semangatnya, menancapkan 2 giginya yang tajam pada jari tangan ku yang empuk, dan bagaimanaaaaaa????? Wow berdenyut-denyut seminggu... (*_*) ****jadi hati2lah walau 'dia' cukup imut****


Semua itu tak akan berarti kawan.......
Karena semua itu membutuhkan.....


Kerjasama Tim
Perhatian khusus
Keikhlasan untuk melakukannya
Kesabaran sangat diperlukan
Konsentrasi yang menguras tenaga
Harus rajin juga ^_^
Ketelitian
Kehati-hatian

Kepanikan selalu saja ada....
Bukan lah kami si ahli 'mencit' yang bisa membedakan mencit mana yang memasuki masa pubertas dan mencit mana yang udah uzur.... ^_^ Yaaaa karena semua terlihat sama....

Keributan yang pernah terjadi diantara 2 kubu, kami 3 wanita keren VS mencit menyisakan luka dan sedih di sore itu....
Harus ada korban yang tewas karena terinjak. *_*
Namun,..... dikarenakan kami masih memiliki rasa moral yang tinggi, dilakukanlah doa dan acara pemakaman mencit yang cukup khidmat... ****Dan untuk yang menginjaknya, semoga Allah swt mengampuni******hehehe

*****Tidak mudah melakukannya.....
Meluangkan waktu untuk menyelesaikan projek yang 'deadline' bukan lah hal yang mudah.....
Mengumpulkan informasi dari mana pun yang mendukung. Dari internet, bedah perpustakaan, mengulas tesis, menjumpai 'mereka' yang bekerja di bidangnya.
(capek-capek-capek)

Selain itu, kami harus mengumpulkan bahan2 yang diperlukan, 
Yaitu????????????????? 10 kilo biji rambutan /@!&@#$%%&^*(!@



Dan untungnya ketemu...........
Huffh.... dengan melibatkan banyak sanak saudara di kampung dan menjelajahi seluruh pajak di Medan, dan bergumul dengan "iler-iler" yang menempel cukup erat pada biji nya...
hahahahah....Butuh waktu semalaman membersihkannya.....dan butuh waktu berminggu-minggu untuk menghaluskannya.... Efeknya???? timbul kapalan disana-sisi. *_*

Butuh pula kesadaran yang sangat tinggi melakukan 'semua ini'
Karena kadang timbul rasa jenuh.......
Karena kadang timbul rasa putus asa.......
dan Rasa lelah yang terlampau sangat.......
Tapi,... tetap selalu ada "SEMANGAT" "SEMANGAT" "SEMANGAT"

*****Dan Kami juga memerlukan bimbingan...





**************************************Untuk Bapak Prof. Dr Ramlan Silaban, M.Si terimakasih atas waktu yang selalu kami sibukkan, Tak pernah menunjukkan lelahnya.... Begitu sabar Begitu perhatian. Dan ingin selalu kami katakan, "Terima Kasih"

Untuk bantuan yang disumbangkan oleh teman-teman kami yang ikut 'nimbrung' dan seksi 'sibuk': Doly Fadly, Suhendry Panjaitan, Salim Effendi, Meriati Siregar, Arief Suprapto, Marzuki... Terima kasih


****** Kuperuntukkan tulisan ini buat Harmadani Asqorina Siregar dan Devi Anriani Siregar, Semoga selalu mengenang mencit-mencit yang telah kita tindas....hehehehe