Assalamualaikum Wr. Wb.---Selamat Datang di masitan70.blogspot.com---SEMOGA BERMANFAAT!!!
Tampilkan postingan dengan label Coretan Ku:). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan Ku:). Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Maret 2014

Coretan ku

Kadang hidup mengajari sesuatu dengan hal yang rumit. Ga sederhana. ngebingungin-Buat pusing.
Sering kita malas mengartikannya (mencari hikmahnya) trus buat kita mengganggap hidup itu rumit banget.
Ya, jelas rumit. Yang tinggi ilmu nya saja, kadang nganggap hidup itu susah. Pa lagi untuk kita yang masih "secetek" ilmunya. Kudu belajar singkatnya lah.

Ga kerasa, usia begitu saja berada di 25. Banyak proses yang uda dijalani, ketemu beragam jenis orang, banyak masalah, banyak PR... Jika memikirkan ini, usia kanak-kanak sangatlah menyenangkan. Hidup hanya untuk bermain, ga open akibat (dampak) dari masalah yang ditimbulkan. Palingan, hanya takut direpetin emak, atau omelan ayah. Main saja, ...kadang menggerutu banyak nya tugas sekolah yang selalu dipaksa dikerjaai...tapi senang, besok-besok-besoknya masih kesekolah, duduk manis, dikasi uang jajan, di manja ayah,. . . menyenangkan sekali.

Seandainya waktu, bisa diulang. Mungkin, aku tetap akan stay di usia kanak-kanak ku itu. Karena begitu banyak limpahan kasih sayang. Selalu dilindungi. Dimanja. Ga perlu bertanggung jawab akan banyak hal. (sedikit curhat)

Now, anggka 25 membuatku gusar. Mungkin untuk banyak orang juga. Topik menarik, yang ga pernah habis untuk dibahas. Makin tua tentu saja. Wajib punya target, agar usianya ga sia-sia. Banyak tuntutan yang harus dipertanggungjawabkan, entah itu masalah kerjaan, masalah cinta. Wow, akhirnya topik ini muncul.

Apa itu cinta?
Banyak banget yang ngartiin cinta dengan versinya masing-masing. Bahkan, ada yang nyampein lewat lagu. puisi, maupun dalam sebuah film. Atau yang gilanya ber-episode-episode film. Itu semua dapat menjelaskan, bahwa cinta itu ga bisa diartikan sama. Beda. Insan nya beda, kisahnya beda, love story nya beda, endingnya beda. 

Banyak yang mengejar cinta dengan cara yang salah. 
Banyak juga yang mengartikan cinta itu dengan cara yang buruk.
Kecemburuan yang sering timbul karena cinta, dapat menjadikan kesesatan cara berpikir untuk sejenak atau waktu yang lama. (Tergantung kita)

Baru-baru ini, (atau mungkin telah terjadi sejak lama).. terjadi banyak kasus pembunuhan seorang mantan kepada kekasihnya. Korbannya selalu wanita. Yang dibunuh dengan dimutilasi-lah, yang mayatnya dibuang begitu saja di jalan tol lah, ...hih serem.

Kok bisa itu kejadian? Usia masih muda banget, bisa kepikiran buat bunuh orang...
Yah, ini peran banyak pihak yang terlibat. Dasarnya pasti agama, kurangnya orang tua yang memberi perhatian ke anaknya yang beranjak dewasa. .ilmu agama nya ga dibekali banyak. Cem bisa? Yah ilmu agama ortunya sendiri juga pas-pasan.  atau kayak judul sinetron 'ISLAM KTP'. Gitu!! Jelas itu masalah yang penting banget untuk di bahas saat ini. Sebenarnya di zaman IT, dan mudahnya mengakses internet,.. ilmu itu bisa dengan mudah untuk dipelajari, Tapi yah gitu, Zaman sekarang juga ga bisa dibilang sehat. Pornografi, seks, kriminal, ...adalah konsumsi setiap harinya yang kita peroleh dari televisi, majalah, internet...apalagi? Banyak lah.

Apa sekolah juga ikutan salah? Apa pemerintah juga ikutan salah? Yah semua nya salah. 
Mungkin benar kata peterpan "Kepala di kaki, kaki di kepala" memang uda kebalik-balik. Ga ngerti kenapa di zaman kita hidup kayak gini. Bener-bener harus dipahami. Untuk apa? Agar ga ikutan, agar otak dan cara berpikirnya juga ga eror. Ga sama.

Ah, entah kenapa aku ingin kita membahas ini, mungkin karena ini perlu dibahas. Kita??? Yah kita semua. 

NOTE: Karena aku bukan seorang psikolog, (walau pernah mempelajarinya di mata kuliah Psikologi Pendidikan) #mikir.....yah ini hanya pande-pande ku saja... dan semoga bermanfaat ^_^

Senin, 17 Maret 2014

Ga Berjudul

Semua akan penting, bila memang punya arti dan kesungguhan dalam menyelesaikannya.
Semua akan sia-sia, bila memang tiada dihargai dan dilihat sebelah mata.
Semua proses hidup punya arti disetiap detiknya.
Ga da yang akan berulang.

Terkadang hidup terasa membosankan.
Melihat pagi dengan cara yang sama.
Rutinitas yang tiada berarti.
Namun, hidup akan tersia-siakan.
Usia dan kematang hidup menua tiada makna.
Wow, butuh pemahaman, ilmu...katanya.
Tapi, kebanyakan yang berilmu malah melupakannya, membuat perulangan yang salah. Menatap dengan cara yang sama.

Ga banyak yang berubah perputaran hari dalam setiap jam nya.
Yang berubah, kita akan menua. Kita akan menyesal. Tentu saja, sesal ini akan datang dimasa nanti..  .ketika pemahaman dipuncak-puncaknya. ..dan waktu terlewati begitu banyak dengan sia-sia.

Bila, hidup tiada bermimpi, . . .apalah lagi yang hendak dilakukan di bumi ini.
Bahkan, hidup penuh mimpi selalu terjerat dengan roda waktu yang selalu membuat nya masih stay di tempat yang sama. Posisi ketika mulai belajar bermimpi.
Apa yang salah? Yah, cukup lah ini penjelasan berat yang akan sedikit membuat pusing.
Keberanian. Keberanian untuk memulainya, Keberanian untuk bergerak melawan nasib. . pasrah memang, tentu saja. Tapi itu urusan nanti, bukan urusan utama apakah gagal atau menang. Usaha melewatinya dulu lah yang paling utama.

Belajar nyadar, bahwa kesalahan bukan untuk diresap-resapi begitu lama. Cukup tau, Maafkan.. Gerak (Ikhtiar) dan doa.

Bila kita hanya mampu bermimpi setinggi langit-langit kamar, setinggi itulah yang akan kita raih. Bila bermimpi tinggi lepas ke langit, kita akan paham dan tau ketinggian langit tiada habisnya.
Jadi? Apa yang harus dilakukan? Ini adalah urusan hati masing-masing!!

Percayalah, Rencana Alloh Selalu Indah.

Apa yang terjadi, benar adanya adalah peran Tuhan yang mengaturnya.
Manusia hanya mampu merencanakan, bermimpi....Namun Alloh lah yang menentukan akhir ceritanya,
Berpasrah, sangat diminta dan tertulis jelas dalam Al Quran.
Berputus asa, kudu wajib dihindari dan tidak dilakukan.

Mudahnya menuliskan ini. Mudahnya membicarakannya. Mudahnya memperdebatkan bahwa teori ini benar.
Praktek di dalam hidup yang sebenarnya, begitu sulit. Terseok-seok seperti tiada memiliki iman. Berputus asa, begitu mudahnya hati ini memutuskan. Bukan tidak paham ilmunya, bukan tidak paham maksud dan resikonya. Namun, lebih mudah memilih....memilih berputus asa. Karena mudah nya itu dilakukan. Menyalahkan Tuhan.

Seberapa keras mencoba, seberapa keras membangun mimpi dengan rencananya. Namun, bila Sang Pengaturnya mengatakan tidak. Apa lagi?

Betapa besar dan hebat rencana manusia yang dibuat. Alloh lebih hebat kebaikan akan rencana-Nya yang sangat besar. Garis hidup telah ditentukan, bahkan sebelum manusia itu lahir di dunia ini. Ujian akan datang, memberi tes untuk meningkatkan kulitas hidup sebagai khalifah di bumi. Sampai Alloh bilang cukup. Dan cukup itu, adalah masa dimana manusia harus kembali kepada-Nya.#pembahasan yang beraaaaat untuk dipikirkan.

Manusia sejak dulu sangat berusaha meramal akan hidupnya, ingin tau bagaimana masa depan yang akan dihadapinya. Selalu begitu. Fitrahnya.
Namun, Allah telah memberi petunjuk dan larangan-Nya yang begitu jelas dalam Quran-Nya. Manusia harus belajar. Membacanya, memahaminya, menganalisnya, menjadikan pedoman. Agar hidup tidak terseok-seok dengan marah dan kesal akan ketidak pastian waktu yang akan dilewati dimasa mendatang. Manusia hanya perlu bermimpi, berusaha (berikhtiar), berdoa...dan hasilnya? Biarlah Alloh yang mengaturnya. Percayalah Rencana Alloh akan selalu indah.
Aku minta bunga mawar, Alloh beri kaktus berduri.
Aku menggerutu betapa tidak adilnya Tuhan
Namun, kenyataannya bunga kaktus ku berbunga indah. Lebih indah dari mawar yang aku minta. Sungguh...... manusia diminta memahami dan bersabar karena Semua Akan Indah pada Waktunya!

**Semoga Tulisan ini bermanfaat untuk ku dan mereka yang membutuhkannya.
**Proses Belajar Mengenal-Nya 
آمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن 

Rabu, 29 Januari 2014

Alasan Untuk Bersama

Bila ditanya dan dicari-cari alasan, mengapa 2 anak manusia ditakdirkan berpasangan.
Alasan sederhananya, adalah untuk saling membahagiakan. . . .untuk jadi pelengkap satu sama lain.
Bagaimana caranya? Ya solusi nya hanya satu... saling ngerti. Saling paham kekurangan masing-masing dan ga dijadikan bahan olokan atau pertengkaran. Saling paham kelebihan namun ga dijadikan acuan. Acuan untuk jalan bersama.

Rupa nya, proses menjalankannya lebih sulit dari proses nulis kalimat itu dalam paragraf.
Ga harus berhati malaikat untuk jadi pasangan hidup seseorang yang kata nya mudah nangis.
Jangan dibuat nangis dong. Mudah kan?

Tapi banyak yang ga ngerti, 
Berapa banyak gadis atau cowok yang dipacari, itu ga alasan orang itu bisa paham setiap hati yang katanya dicintai dan mencintainya.

Not easy.

Banyak yang kulihat dan kupahami, terkadang banyak nya dari mereka si pencari cinta, akhirnya ga nemuin cinta sejatinya. kebanyakan nyari sih. Coba, yang ada didekat itu dipahami. Dan biasanya nih. . .jodoh ga jauh kemana-mana. Bisa teman sekolah, teman waktu kecil, teman kerja, atau anaknya teman kerja. . .Ups jadi besanan deh hehehehehe.... Jelaskan, bumi berputar pada porosnya, dan berputar mengelilingi matahari selama 365 hari, jadi. . .tetep yang ditemui orangnya itu itu juga. Ga kayak cerita didongeng, sang pangeran jatuh cinta pada upik abu si cenderella.... ada sih...tapi ga banyak.

Balik lagi kemasalah.
Banyak dari mereka yang bersama dengan alasan yang beragam. Namun intinya, bila saling ngerti. . .bisa jadi pelengkap, tentu ini akan membahagiakan keduanya, dan akan terus jalan bersama selamanya, Intinya ga beda perinsip dalam kacamata bahagia. Itu saja.. 

Pemahaman seseorang terhadap masalah tentu berbeda. Namun, jika kita membicarakan kata bahagia, saya rasa tujuan maksud nya tetap sama. Saling memahami, saling membahagiakan.

Minggu, 26 Januari 2014

Kenapa suka Nulis????


Kenapa sekarang suka nulis????
Alasan yang sulit untuk dijelaskan. Walau yang ditulis hanya ingin mengekspresikan hati yang tak mampu berteriak. :) Tapi, aku ingin pula menguraikan alasannya. . .

Awalnya nulis hanya untuk konsumsi pribadi. Nulis di diary. Nulis-nulis aja.
Sejak kecil, aku sudah suka nulis. Tanpa kusadari memang. Mungkin karena cenderung tertutup,
Namun, belakangan nulis dapat membuatku memahami hatiku sendiri. Seperti rekaman jejak hidup yang enak dibaca ulang.

Beranjaknya waktu, konsumsi pribadi ini. . .ingin ku bagikan bagi mereka,
Yang mungkin mereka-mereka diluar sana mengalami hal yang sama denganku.
Yang mungkin mereka-mereka diluar sana mengartikan hidup ini terlalu rumit, dan ingin ku bantu agar lebih sederhana.

Ku ingin bila batas usiaku telah selesai, masih ada yang dapat dilihat, dibaca.. oleh teman-temanku, atau orang lain yang mengenalku. Sehingga ada dariku yang dapat dikenang dan dijadikan pelajaran hidup. Itu saja.

Semua yang kutuliskan, adalah sesuatu yang ada dalam hati dan pikiranku yang kadang menggangu dan ingin kusimpan. Kusimpan agar diwaktu-waktu selanjutnya aku menyadari dan memahami bahwa hidup ternyata ada fase, past-present-future. 

Orang-orang yang ku kenal, dan kadang pula mengenalku namun aku tak memahaminya, kadang menyadarkan aku mudahnya kepala ini melupakan. Oleh karena itu rekaman jejak ini sedikit membantu dan mengajarkan aku akan kesalahan dan pengharapan yang pernah kusampaikan pada Tuhan.

Aku hanya selalu mengharapkan besok lebih baik dari hari ini.
Karena aku percaya harapan itu sifat nya sangat menghangatkan.
Dan aku ingin menyebarkan kehangatan itu.
Hanya itu.

#Semoga Allah selalu memberikan kehangatan untuk semua orang. Amin.

Satu lagi Pelajaran hidup

Sangat disayangkan memang, keputusan yang diambil terburu-buru tanpa berpikir panjang. Diambil dalam kondisi emosi yang jauh dari Allah Swt. Kondisi marah atau semacamnya. Penyesalan tentu saja munculnya belakangan. Muncul disaat hati dan pikiran telah berada pada posisinya. Kondisi yang nyaman dan jauh dari tekanan.

Usia matang, bukanlah menjadikan alasan seseorang akan selalu dewasa dalam mengambil keputusan. Kecenderungan untuk terburu-buru dan cepat kadang lebih di dominan oleh mereka yang katanya berumur matang. Kesimpulannya, usia tak dapat dijadikan alasan.

Menikah karena ibadah. 
Karena Allah. 
Adalah alasan yang terbaik bagi seorang insan.
Memang, mencintai dan dicintai dapat dilalui ketika proses menikah itu dijalani.
Mudah memang. Katanya

Begitulah, siapa yang kita temui, dan bersama kita dapat diibaratkan dengan seseorang yang melakukan perjalan panjang dengan bus. Kenapa? Terkadang bus yang kita naiki  berhenti dan mengangkut penumpang baru, kita berkenalan, mengobrol panjang, menceritakan perjalan jauh sebelumnya, tertawa, dan ternyata akan ada pemberhentian selanjutnya. Penumpang baru itu akan turun. Akankah kita mengikuti atau tetap di bus. Atau menunggu pemberhentian selanjutnya? Semua terserah dikitanya. Begitu sederhanakan? Ya begitulah aku menanggapi perjalanan hidup ini. Siapa yang akan kutemui, siapa yang bersamaku atau siapa nanti yang akan datang dan pergi. Kesiapan hati untuk menghadapinya. Itu saja.

Permasalahannya, adalah bagaimana cara kita merespon sesuatu. Baikkah? Dengan marah kah? Atau dengan ketenangan dan berpasrah pada Allah, Itu adalah pilihan kawan. 

#Sulitnya menjadi wanita yang tawadhu.
Semangat!!!! Ganbatte.!!!!!

Senin, 20 Januari 2014

Islam Pilihanku

Bagian terparah dalam hidup adalah lebih banyak diri kita ini mengeluh daripada bersyukur.
Pengetahuan  akan ilmu agama mungkin uda kita pelajari bahkan sebelum kita dapat menghitung. Sadar atau tidak, harusnya setiap detail agama itu kita yah mesti kudu pahami kan. Gimana wudhu, sholat, atau masalah pelajaran tentang keimanan. Permasalahannya untuk pendalaman agama itu sendiri adalah pilihan kita mau hingga dibatas apa kita belajar dan kita ngerti untuk jalaninya. Adalah pilihan juga menjalani agama itu hanya sebagai status islam di KTP. Apalagi kita yang hidup di negara mayoritas islam. Sejak SD hingga SMA pelajaran agama islam udah dimasukkan kedalam pelajaran penting. Bahkan urutan pertama di dalam RAPORT. Gilanya, nilai agama islam dapat 98 namun pemahaman agama nol persen. Sholat z jarang. Ga banyak tuh surat-surat pendek dalam Al Quran yang dihapal. Siapa yang disalahkan? Orang tua? Karena kita ga masuk ke dalam pesantren. Jadi kita ga bisa pahami islam itu secara mendalam?
Pemikiran yang buruk.

Islam bukan suatu ajaran nenek moyang yang harus kita ikutin dan wariskan dari nenek hingga cucu cicit.
Islam itu pilihan hidup. walau dari mana sisi yang kita lihat dan pelajari. Sumber utama nya adalah Al Quran dan Hadist. Pelajari, pahami.... dan simpulkan. Hidayah terkadang ga datang sendirinya. Kita harus cari dan minta. Bukan kita mengaku islam karena ayah ibu kita islam, namun islam adalah pilihan mu karena tahu apa sejatinya islam itu.

Dulu sekali, guru ngajiku pernah mengatakan,.. bahwa islam itu tidak mempersulit manusia. Islam itu mudah.
Pelajari dengan hati, jangan dengan dengan pikiran yang jelimet. Banyak baca biar tau. Banyak nanya biar ga tersesat.

Tapi ya tetep, untuk masalah aqidah ndak boleh melenceng dari agama. Jika ga tertulis di Quran, ga ada di hadist, Nabi Muhammad juga ga ngajari..ya jangan dikerjakan.

Misalnya, beberapa ritual keagamaan yang sering dilakukan oleh beberapa kaum dan golongan, membuat islam terdengar aneh dan penuh ritual mistik, pengobatan-pengobatan aneh dengan membawa2 keajaiban.Padahal islam itu penyejuk hati. Bukan penuh dendam sehingga berani mati seperti teroris. Bukan seram kayak ritual dukun. Islam itu ga ngajari islam untuk mendendam, bahkan islam mengajarkan untuk memaafkan. Tapi banyak aja yang ga ngerti.

#semoga besok lebih baik!  

Kamis, 02 Januari 2014

Ga Berjudul

Bila kita mengamati waktu, kita akan tersadar akan banyak hal yang tersia-siakan dan tidak kita rasakan jelas dengan hati. Kita lupa, terus saja berjalan tanpa mengamati sekitar. Dan.. ketika kerikil membuat kita jatuh. Kita mengeluh. Tentu saja. Mencari-cari sesuatu yang dapat disalahkan. 'Menengok' kebelakang berharap ada yang tertinggal, dan punya alasan untuk berbalik. Tapi ternyata kosong. Ga da yang tetap berdiri menunggu untuk menanti kita.. Dan bila rasa takut akan kesendirian itu datang, kita akan merengek-rengek mencari sandaran. Menangis. Of Crouse. Namun sayang, tiada yang mengasianimu. Jadi apa yang kau tunggu? Berjalanlah...mungkin kita tidak akan menemukan kerikil yang sama yang membuatmu jatuh. Bila bertemu, kau akan lebih siap. Namun jangan khawatir. Sakit terjatuh itu telah mengajarimu banyak hal. Pergunakanlah. Agar tiada yang sia-sia.

Aku tak menyesali masa laluku.
Aku hanya menyayangkan waktu yang kubuang percuma untuk orang-orang yang tidak baik dan hal-hal yang tidak ada gunanya.
Karenanya, hari ini aku lebih berhati-hati dalam memilih apa dan dengan siapa aku menggunakan waktuku.
Aku tak boleh membiarkan hidupku berkurang untuk yang tidak ada manfaatnya.


Kamis, 07 November 2013

Merah

Merah, Aku suka merah. . .warna yang cas dimata. Dan alasan itu semua disebabkan Merah atau warna merah adalah warna di frekuensi cahaya yang paling rendah yang kelihatan atau dapat ditangkap pada mata manusia. Cahaya merah mempunyai panjang gelombang dengan jangkauan sekitar 630-760 nm. Sedangkan darah yang diberi oksigen menjadi berwarna merah karena adanya hemoglobin. Cahaya merah adalah cahaya yang pertama diserap oleh air laut, sehingga banyak ikan dan invertebrata kelautan yang kelihatannya merah saga (merah cerah) menjadi kelihatan hitam di habitat asli mereka (from wikipedia). 



Mengapa aku membahas merah. Karena ya ingin dibahas saja. Sebab semua nya merah terlihat dimataku hari ini. Merah melambangkan cinta kan? Menurutku begitulah. Namun, menurut seseorang yang menulis dalam blognya, bahwa mereka yang menyukai merah memiliki karakter:
  • Cerdas, berani dan vokal! Mereka sangat suka berada di tengah banyak orang dan menjadi pusat perhatian. 
  • Mereka juga suka berpetualang dan tak suka ditentang.
  • Penggemar warna merah biasanya adalah orang yang tegas, memiliki kepribadian yang cemerlang, kepemimpinan yang kuat, punya semangat yang tinggi, jiwa sosialnya tinggi dan menyukai koneksi dengan banyak orang. Orang yang menyukai warna merah adalah type yang senang dengan kesibukan yang membutuhkan energi yang tinggi seperti berbicara, presentasi, dan membuat koneksi baru.
Ga sepenuhnya benar sih, buktinya.... diriku sangat tidak menyukai berada di tengah keramaian orang. Lebih merasa bahagia berada di depan TV dengan acara kesukaan, makan gorengan dan es krim (^o^). Atau mungkin aku yang salah kali ya, bukan merah yang aku sukai. Hohohoho.

Selasa, 05 November 2013

Ngalor Ngidul

Bekerja memang membutuhkan keikhlasan dan ilmu. Kenapa ilmu? Ya, agar kita dapat ngendaliin diri bila ternyata faktanya tak seperti yang kita pikir dan inginkan. Kadang kerja ini ngebosenin. Kadang sangat menarik juga. Perasaan hilang bila sehari z ga berangkat kerja. Pa lagi untuk ku yang bekerja di Laboratorium. Bekerja diam dan berfikir. Yup benar-benar bekerja mandiri dan individual. Asik memang, bila kita sedikit berinteraksi dengan banyak orang, ga harus duduk manis berpura-pura senang, atau duduk dengan wajah yang senang mendengarkan gosip-gosip orang, atau berusaha sok ngerti ketika jadi tempat curhatan. Wajah lugu ku terkadang jadi tempat curhatan orang lho, walau sebenarnya aku setengah hati mendengarkan, tapi anehnya aku cepat menyimpulkan dan memberikan solusi berdasar cerita orang tersebut. dan bukan diriku jika aku membela satu pihak. Aku sering melihat dari sisi yang lainnya. Dan tentu saja, akhirnya aku jadi nenek tua yang memberi petuah berdasar pengalaman pikiranku saja bukan pernah dialami lho... hehehehe.

Banyak nya mereka yang curhat, terkadang menjadi inspirasiku dalam menulis blog ini. Jadi, ga sepenuhnya adalah pengalaman pribadi. Faktanya, banyak cerita dan kisah yang terserap ke otak ku membuatku terkadang merasa aku lah si orang nya. Terbawa-bawa gitu. Aduh pusing juga. Namun, belakangan aku belajar menuliskan semua kisah itu agar tak tertimbun dan busuk di kepalaku. Ya... kepala kan bukan komputer yang dapat di-instal ulang. Dengan syarat, tak sejelas-jelasnya indetitas si pencurhat ku tuliskan. Cukup kisahnya saja. Semoga si pencurhat senang. Bahwa kisahnya dapat jadi bahan tulisan dan mungkin saja ujung-ujung nya jika sebuah penerbit yang membaca blog ini dapat dibukukan. Heheheh ---#ngarep.

Begitulah, hari ini hanya ingin menulis ini saja. 
#bertempat dikantorku yang sunyi dan tersayang_Laboratorium DIKDASMEN. (Hehehehehe) 

Rabu, 09 Oktober 2013

Sejenak Untuk Memahami. . .

Bagaimana cara kita memahami hidup ini berbeda disetiap orang. Bagiku, setiap harinya…. Saat kita melihat orang lain, mengenalnya, menghabiskan waktu bersama mereka. Adalah pelajaran yang tidak kita temui di bangku sekolah yang hanya memberikan teori-teori hidup. Inilah kenyataannya. Ini lah prakteknya. Ini lah yang harus kita pelajari dengan sejenak mau mendengarkan dan melihat. 

Terkadang kita merasa kehidupan tidak memberikan keadilan yang sama. Kita selalu menggerutu. Anggapan bahwa kehidupan jarang memberikan kebaikannya membuat kita sering menghakimi Tuhan. Men-just begitu saja tanpa ilmu. Sadarkah? Bahwa kehidupan punya cara sendiri untuk memberi kita kebaikannya. Kita hanya enggan melihat. Kita hanya enggan mendengar. Bahwa bisikan kehidupan setiap harinya mengajarkan dan mengingatkan kita untuk bersyukur akan hidup yang kita punya. 

Semua paham, bahwa dunia hanya tempat kita bersinggah. Dengan lamanya waktu untuk berada ditempat persinggahan ini berbeda-beda setiap manusianya. Ada yang hingga menua, remaja, bahkan seusia balita. Lamanya waktu bukanlah menjadi persoalan yang penting sebenarnya. Itu sudah digariskan dan ditetapkan Tuhan sebagai pencipta. Tapi, bagaimana cara kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu singgah kita yang hanya sementara itu. 

Aku bukan manusia yang sangat baik. Bukan manusia yang men-just dirinya soleha. Bukan manusia kaya yang dapat bersikap dermawan kebanyak orang. Bukan manusia hebat yang memiliki banyak kemampuan. Aku hanya manusia sederhana. Dengan kehidupan yang biasa. Manusia yang hanya punya keinginan sederhana pula. Aku hanya ingin dapat memahami hidup ini dengan baik. Aku hanya ingin orang-orang yang mengenalku dapat mengenangku dengan manis. Ingin memberikan kebaikan kebanyak orang. 

Bagaimana nanti aku dikenang setelah aku mati? 

Belakangan aku memahami, terkadang apa yang kita ucapkan dapat mempengaruhi hidup orang lain. Positifkah itu….atau negatif untuknya. Seperti terkadang kita menunda sesuatu, dan mengatakan “Tunggu”. Tahukan kawan, kita dapat membuat orang lain atau orang yang memiliki keterkaitan dengan orang itu maupun kita dapat menunggu, dapat terlambat, dapat kehilangan sesuatu. Sederhana memang apa yang kita ucapkan. Taukah? Terkadang efek untuk orang lain sangatlah besar. Kuharap apa yang aku ucapkan memberikan efek positif atau kebaikan untuk orang lain. Tapi jarang sekali kan? Lebih banyak yang kita lakukan tanpa kita memikirkannya terlebih dahulu, itu lah dapat menjadi efek negative atau kesusahan untuk orang lain. 

Dan bagaimana bila apa yang kita ucapkan itu penuh emosi dan amarah. Kita tidak memikirkan terlebih dahulu. Kita hanya memikirkan marah kita. Kita terus marah dengan berusaha menyakiti orang lain (yang kita marahi) dengan kata-kata penuh emosi. Bahkan mungkin saja, ucapan yang tidak seharusnya dikatakan, akan kita kata-kan. Hanya bertujuan untuk menyakiti lebih dalam. Fitrahnya manusia begitulah. Menganggap emosi, marah adalah hal yang lumrah atau biasa dalam diri manusia. Pahamkah? Mengapa kita selalu berharap dan menganggap orang lain selalu bisa menerima marah kita, menerima pikiran kita, menerima apa yang kita mau. Mengapa tidak sebaliknya? Cobalah berhenti sejenak. Bahwa orang lain juga mau dimengerti juga. Jadi jangan egois dengan memikirkan diri sendiri. 

Dan membenci itu memang hak kita. Kita dapat melakukannya. Tapi, terkadang dengan kita lebih menahan diri. Sejenak berpikir. Tidak terbawa emosi setan kita. Kita dapat membuat keadaan jauh lebih baik. Ini kupahami berdasarkan pengalamanku sendiri. Bahwa, marah dan ucapan yang menyakiti itu sangatlah membekas dihati. Malah tidak menyelesaikan masalah. Malah membuat rumit. Mungkin dapat dimaafkan. Tapi tidak akan dilupakan. Dan diam bukan berarti kalah kawan. Kontrol-lah hatimu. Dan kau akan jadi pemenang.

Kehidupan tidak selamanya kita miliki, kawan! Orang-orang yang mengatakan cinta akan kita tinggalkan. Harta yang kita cari akan kita tinggalkan juga. Gelar yang kita kejar malah tidak disinggung-singgung oleh malaikat yang akan bertanya dalam kubur nanti. Dia ga peduli, apakah gelar yang kita punya sampai S3 atau hanya tamatan SD. Jadi kenapa harus sombong? 

Aku bukan ahli agama dan juga bukan manusia yang pernah mati suri, sehingga dapat menceritakan bagaiman mati itu? Bagaimana kehidupan setelah mati. Yang kupahami adalah aku hanya ingin belajar menjadi baik. Sehingga laporan ku pada Tuhan nanti bernilai baik juga. 

Bagaimana kematian itu datang? Bagaimana cara nya? Dimana tempatnya? Kita ga perlu tanya dengan peramal atau paranormal, bahkan lihat buku primbon. Kita hanya perlu mempersiapkan diri. Dan berdoa semoga kematian datang dengan cara yang indah dan lebih bersahabat.

Mengapa membicarakan mati? Ini perlu kawan, karena semakin lama kita menjalani hari-hari dan rutinitas yang sama dan membosankan. Kita sering lupa. Dan selalu beranggapan bahwa besok…besok….besok nya lagi kita masih hidup. ^_^

Ita

Senin, 23 September 2013

Dan Buatlah Tuhan tersenyum

Kesalahan itu ibarat seperti halaman kosong, lantas ada yang mencoretnya dengan keliru. Kita memaafkannya dengan menghapus tulisan tersebut, baik dengan penghapus biasa, dengan type ex, dengan apapun. Tapi tetap akan tersisa bekasnya. Tidak akan hilang. Maka, agar semuanya benar-benar bersih, bukalah lembaran kertas baru yang benar-benar kosong. #Maafkanlah. Dan bukalah lembaran kertas baru.

Bila hidup begitu mudahnya, bagaimana kita mengenal kata belajar??? Mungkin kita selalu menyalahkan waktu. Atau mungkin bahkan menyalahkan Tuhan akan hidup yang dirasa kacau dan berantakan. Kita akan mulai mempertanyakan Tuhan. Dimana Tuhan? Mengapa Cobaan dan ujian yang diberikan begitu sulit dan serasa bom yang akan siap meledakkan kita dalam sedetik? Begitu sakit dan menyiksa?

Mungkin kita selalu mendengar ceramah ustad, atau mungkin dari mereka yang wawasan hatinya akan ketuhanan lebih dalam, bahwa Tuhan tidak akan menguji diluar kemampuan hamba-Nya. Tuhan tahu, karena itu Tuhan uji. Itu benar kawan. Pahamilah, bahwa terkadang banyak nya masalah menempa hidup untuk menjadikan kualitas diri akan lebih baik. Kita hanya banyak mengeluh. Jadi berhentilah. Dan lihat sisi yang tiada dirimu sangka-sangka. Bahwa ternyata ada banyak rencana Tuhan yang baik. Kita mengeluh, karena kita tidak paham maksud baik Tuhan.

Kehidupan dunia memang siklus atau perputaran masalah. Ada manusia yang piawai menghadapi masalah sehingga mereka bisa melewatinya dengan baik bahkan menikmatinya. Namun, ada juga manusia yang tidak pandai menghadapi masalah dunia (termasuk diriku) sehingga mereka pun frustasi dan tersiksa. Maka, yang jadi persoalan itu bukanlah masalahnya, akan tetapi sikap manusia itu sendiri dalam menghadapi masalahnya.

Dalam hal jodoh, terkadang orang yang kita temui hanya datang menyapa. Terkadang ada yang menetap dihati. Cukup lama dan membekas. Mungkin juga melukai. Mengecewakan... Namun percayalah rencana sang khalik. Tuhan terkadang akan mempertemukan kita dengan orang-orang yang salah. Agar kita paham tentang kata “salah” dan kesalahan itu sendiri. Agar kita paham dan melihat dengan mata terbuka lebar bahwa akan ada yang lebih baik telah dipersiapkan Tuhan, untukmu... dan jodohmu. Kita hanya tidak sabar. Kita hanya banyak mengeluh.

Bila memang mereka yang datang melukai hatimu, menyesakkan dadamu. Maafkan saja mereka. Bila bukan rencana sang Khalik, kita tidak akan bertemu orang itu. Anggaplah dan memang ini hanya ujian Tuhan untuk melihat kualitas dirimu. Sabarkah? Atau banyak mengeluh?

Jangan membenci kawan! Membenci itu sangat merepotkan. Kita akan terus memikirkannya. Ya kita akan terus mengingatnya. Namun, waktu akan mengerti dan menjadi sahabat yang membantu kita untuk melupakannya. Jangan dipaksa untuk direset ulang. Kepala kita bukan komputer yang dapat diinstall ulang atau direstat kembali. Kepala kita lebih dipengaruhi hati. Jadi, janganlah dipaksa untuk melupakan orang-orang yang pernah menyakiti. Maafkan saja dan bukalah lembar kertas baru yang kosong. Mulailah dari titik nol. Itu akan lebih baik.

Ingatlah kawan, terkadang setiap mereka yang datang telah memberikan banyak kebaikkan dan ketulusan padamu. Cukup ingat saja. Jangan membenci. Karena dulu dia telah baik, karena dulu telah terbagi tawa. Karena dulu ada waktu bersama. Ini kenangan yang diberikan Tuhan. Jadi simpanlah. Bila terkadang dia lah yang membenci kita dan waktu menguji kita dengan mempertemukannya disetiap waktu, bersabarlah. Memang keadaanya tidak akan sama lagi. Mungkin dia telah melanjutkan hidupnya dengan membawa kenangan buruk dirimu. Ini pasti akan merepotkan. Tapi percayalah. Kedewasaan seseorang bukan dilihat dari berapa matang usianya. Bukan dari berapa banyak masalah yang dilewatinya. Namun, seberapa kuat dia. Dan bagaimana dia bersikap untuk melewatinya. Buatlah perpisahan yang indah. Dengannya dan hatimu. Karena bila waktu sejenak menghentikan langkahnya, dia akan tau. Bahwa hatimu tegar dan mampu memaafkannya.
Tuhan melihat dan tidak tertidur. Tuhan memahami setiap langkah dan keputusanmu. Tuhan akan mengganti setiap sakit dan luka hatimu dengan rencana-Nya yang lebih istimewa lagi. Dan kawan, buatlah Tuhan tersenyum.
Kutulis berdasarkan kisahku sendiri dan kisah sahabatku, Lia Nova Sari. GanbaTTe Lia. . .!!!! ^-^
Ita


Minggu, 30 Juni 2013

Hari Kemarin, Saat Ini dan Esok


Hari kemarin adalah hari yang tak harus dilupakan atau untuk dingat kembali.
Hari kemarin tidak akan dapat diulang untuk diperbaiki, diambil kembali dan tidak akan dapat dibalik lagi.
Telah ditinggalkan kemarin. Jauh dibelakang.
Yang dapat dilakukan adalah memaafkan mereka yang menyakiti, mengikhlaskan mereka yang tidak mempercayai, mengucapkan terima kasih untuk mereka yang telah berbuat baik, menyayangi mereka yang masih setia bersama dan percaya, dan maafkan juga diri sendiri. 
Manusia yang selalu salah.

Hari ini adalah kehidupan yang dijalani. 
Harus diperbaiki, lebih berhati-hati, menjadikannya berarti. 
Bersemangat!!!!

Hari esok, adalah hari yang tak pasti. 
Entah diberi kesempatan untuk melewatinya atau tidak. 
Namun yang dapat dilakukan adalah berdoa semoga hari itu adalah hari yang menyenangkan. hanya dapat mempersiapkan. hanya dapat bermimpi dan menggantungkan harapan.
Harus tetap bersemangat melewatinya. 
Karena esok adalah kehidupan baru. 
Keadaan baru.  Kesempatan baru. Oksigen baru.  Dan cerita yang baru. 
Hppphm... semangat dan percaya diri adalah kemampuan untuk melewati esok.
Berpasrah akan apa yang terjadi kepada Maha Pencipta dan Allah Yang Selalu Maha Tahu. 
Dan percayakan hidup dalam rencana-Nya.

Belajar mandiri menghadapi realitanya hidup ini. tunjukkan pada mereka yang meninggalkanmu, bahwa diri ini terlalu berharga untuk disakiti dan diabaikan. Menunjukkan pada mereka yang masih setia berjalan disisi dan berharap pada mu, bahwa mereka tidak akan menyesal memiliki anggapan dan mimpi itu untukmu.

^^^Hidup ku yang sekarang beginilah, tapi esok rencana yang Allah buat untukku, akan lebih baik. Karena telah kupercayakan hidupku sudah pada-Nya. Dan aku akan bersemangat. Cayoooo!!!!

---Sebuah Usaha agar selalu termotivasi--- 








Selasa, 25 Juni 2013

Ibu

Arti ibu untukku bukan semata-mata hanya orang yang melahirkan ku ke dunia tetapi sosok seorang ibu adalah orang yang teladan dalam perilakunya,penuh kasih dan sayang,yang pantas tuk dihormati dan dijunjung tinggi kedudukannya. Maka pantaslah sebuah pepatah mengatakan "kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah" karena jasa seorang ibu tidak lah dapat dibalas secara penuh oleh sang anak karena besarnya perjuangannya untuk kita . Bahkan sosok ibu bisa menggantikan sosok seorang bapak,sedangkan sosok bapak tidaklah bisa menggantikan seorang ibu yang dapat menyusui anaknya dengan sepenuh hati.

Bahkan kedudukan seseorang yang kini menjadi besar dan terhormat tidak jauh dari peran serta dan doa seorang ibu. Seorang ibu pun rela mempertaruhkan harga dirinya demi anaknya. Penghargaan yang terbesarlah yang patut kita berikan kepada seluruh ibu didunia selamat hari ibu mama.....

PERANAN IBU
Di samping tugasnya sebagai suri rumahtangga, wanita juga mempunyai peranan penting sebagai seorang ibu. Tugas keibuan bukanlah sekadar menjadi Isteri,mengandung, melahirkan serta mengasuh anak, kerana sifat yang sedemikian juga ada pada haiwan. Keibuan ialah mempunyai jiwa  dan perasaan  sebagai ibu yang bersifat penyayang, lemah lembut, tidak mementingkan diri sendiri, kasih terhadap anak-anak, bahkan sanggup berkorban dan bersusah payah melaksanakan kerja-kerja dalam urusan rumahtangga.
Keibuan  juga bererti mengukuhkan kedudukan keluarga yang menjadi asas dalam lingkungan keluarga. Peranan keibuan adalah amat penting kerana ibu adalah di antara orang yang akan mencorak dan membentuk keperibadian anak-anaknya.

Seandainya  ibu tidak memainkan peranan mereka yang sebenar dalam membentuk dan memberikan pendidikan terhadap anak-anak mereka, maka kesannya akan dapat dilihat sama ada di dunia mahupun di akhirat. Amat malanglah ibu-ibu yang sudahlah di dunia mereka bersusah payah memelihara anak-anak mereka itu, di akhirat pula terpaksa dipertanggungjawabkan kerana kelalaian mereka memberikan pendidikan yang sempurna.

Seorang ibu yang beriman sudah tentu tidak suka jika dia hanya menjadi ibu sambilan sebagaimana yang banyak terjadi ketika ini. Kebanyakan ibu yang ada sekarang ini hanya menjadi seorang ibu apabila dia pulang dari tempat kerjanya. Sebahagian besar masanya dihabiskan menjalankan pekerjaannya dengan alasan membantu suami mengumpul wang untuk kebahagian mereka sekeluarga.

Alasan-alasan seumpama ini hanyalah helah untuk melarikan diri daripada tugas keibuan. Seolah-olah mereka menganggap tugas keibuan hanyalah bebanan dan penindasan yang dikenakan terhadap kaum yang tidak mahu lagi melahirkan anak dengan mengamalkan apa yang dinamakan perancang keluarga. Kononnya dikatakan melahirkan anak akan menganggu pekerjaan mereka. Kalaupun mereka inginkan anak, anak-anak itu dijaga dan diberi asuhan di pusat penjagaan anak-anak damit.

Para  ibu perlulah mengetahui, anak-anak sebenarnya  mengharapkan asuhan dan didikan yang sempurna dari seorang ibu. Ibu lebih rapat hubungannya dengan anak-anak daripada seorang bapa. Bagaimanakah asuhan dan didikan yang sempurna dapat diberikan sekiranya ibu-ibu sentiasa sibuk berperanan di luar urusan rumahtangga mereka ?

Para ibu hendaklah juga menyedari bahawa anak-anak merupakan generasi masyarakat akan datang. Kegagalan dan kelalaian para ibu dalam memberikan pendidikan yang sempurna akan menyebabkan masyarakat menjadi porak peranda.

Seorang ibu yang baik ialah ibu yang mengasuh dan mendidik anak-anaknya dengan rasa keghairahan dan harapan untuk menanam dan mempertahankan konsep kehidupan. Bagaimanapun mendidik anak-anak mengerjakan ibadah hendaklah disertai dengan keterangan yang jelas supaya mereka mengetahui serta memahami tujuan sebenar ibadah yang mereka laksanakan.

Adalah menjadi peranan ibu untuk menceritakan kepada anak-anak  mereka tentang kehebatan perjuangan tokoh-tokoh di masa lalu supaya menjadi perangsang kepada mereka untuk dicontohi. Seterusnya para ibu hendaklah sentiasa peka dan mengawasi anak-anak daripada membaca buku, majalah-majalah atau menonton filem-filem yang kurang sihat kerana ini boleh mempengaruhi jiwa dan mengakibatkan gejala yang tidak baik terhadap perkembangan peribadi anak-anak.


Senin, 10 Juni 2013

Perlu Direnungkan

Kesalahan mudah sekali untuk dilakukan. Dengan kesadaran ataupun ketidakjelasan. Ga mengerti. Tapi semua terkadang begitu saja terjadi. Seakan merasa tidak sadar. Namun sebenarnya begitu sadar. Hati dan pikiran jarang bersahabat. Tidak terkontrol dan mudah saja untuk dilakukan. Tidak heran. Namun begitulah fitrahnya manusia, yang lebih tinggi nafsunya dari kesadaran agama dan hatinya. Menyesal tentu saja. Tidak ada revisi terkadang, terus berbuat salah walaupun menyadarinya.

Apakah memang mencintai itu membutuhkan keluasan hati untuk mengerti dan mampu memaafkan?
Apakah memang mencintai itu membutuhkan kesabaran dan ketulusan hati untuk mampu menerima?
Mengapa banyak pujangga yang mengagungkan cinta, padahal cinta sendiri mampu untuk menyakiti?

Mengapa cinta mampu menghilangkan akal sehat, dan meninggalkan kesadaran diri sesuai dengan fakta kehidupan dan norma-norma yang seharusnya? 
Apakah memang cinta begitu harus diagungkan? 
Mengapa walau cinta sangat menyakiti, cinta tidak mampu untuk ditinggalkan? 

Banyak yang tersakiti karena cinta.
Banyak luka dan sakit, dan cinta terkadang tak mampu untuk mengobati.
Cinta, begitu diagungkan oleh insan-insan yang sedang dimabukkan.
Mereka tidak menyadari, bahwa cinta sangat menyakiti.

Selasa, 07 Mei 2013

Tidak memahami dengan jelas sebenarnya.
Tapi terkadang ambang batas kejenuhan untuk selalu sabar dan memahami telah sampai pada waktunya.
Untuk menjalani yang namanya sabar, ternyata sangat sulit.
Untuk menjalani yang namanya ikhlas, juga sangat sulit.

Sebagai pendidik, butuh namanya sabar.
Sebagai pendidik, butuh yang namanya ikhlas.
Bukan membutuhkan penghargaan.
Tapi, membelajarkan diri dengan sesuatu yang bernama ikhlas.
Dan benar adanya, "teori" lebih mudah untuk dikatakan dari "praktek" fakta lapangan yang harus dijalani.
Benar-benar sulit.
#merasa sakit ketika melakukan segalanya, namun sedikit dihargai.
#dan ikhlas memang sulit dijalankan, ketika hati tidak sepenuhnya dihargai.

Kamis, 04 April 2013

Ga tau seberapa penting ini dulu saat mereka membicarakan. Rasa cuek dan tidak peduli atau mengganggapnya adalah lelucon selalu ku lakukan karena perasaan tidak nyaman saat aku memikirkannya.
Aku benar-benar tidak menyukai 'topik ini'
Ga tau alasannya. . .
hanya saja tidak suka.
 
Namun kini, ketika usia ku melewati kata remaja. 'Topik ini' agak menyebalkan.
Agaknya penting untuk sebagian orang. Rentetan pertanyaan harus dijawab dengan argumen yang cocok. Huh

Mengapa sekarang jadi begitu penting?

Aku paham dengan beberapa opini yang terbentuk dimasyarakat apalagi suasana perkampungan yang walaupun telah menyebar facebook dikalangan balita hingga lansia tetep dah, "kolot" nya masih ada. Dan harus dimengerti. Tapi ga harus diikutikan?
Tapi harus dikerjakan? Nah loh ????????????%%###$##@@$$!!!!!
Gimana sih seharusnya? 


Ga semudah itu mendapatkan pasangan hidup. Mencari yang sempurna sulit. Tapi bukan kata sempurna, yang diperlukan adalah kata hati. Untuk bisa menerima, memahami, menyayangi, dan mencintai. Klise memang, tapi begitulah. 
Karena pernikahan adalah momen sakral yang harusnya terjadi 1 (satu) kali dalam hidup. Dan akan dilanjutkan sebagai pasangan yang lebih abadi. 
Pasangan di Surga.

Bukan rumus matematika yang dikerjakan dengan teliti. Tapi reaksi cinta yang harus dijalani.
Gdubraaaaaaaaaaaaaakkkkkkk!!!!!

*****************************




Jumat, 22 Maret 2013

Bila Ingin Membicarakannya

Mario Teguh, said:
Engkau yang ingin merasa damai
dalam menyambut masa depanmu,
katakanlah ini dari ketulusan hatimu …

Tuhan, biarlah aku tak tahu masa depanku,
tapi bantulah aku sampai di masa depan yang damai,
yang mencintai dan dicintai dengan indah,
yang kaya dengan ilmu, sahabat dan harta,
dan besar manfaatku bagi sesama.

Aamiin


Darwis Tere Liye
Beruntunglah wanita2 yang tetap cantik hingga masa tuanya, meskipun kulitnya keriput, wajahnya berkerut, rambut menguban, dan tanda-tanda tua lainnya telah datang, tapi mereka tetap cantik.
Beruntunglah mereka, aduhai, bahkan semakin cantik saja, menyenangkan berada di dekatnya, menyenangkan menatap wajahnya, mendengarkan suaranya, nasehatnya.
Karena kecantikannya itu telah pindah, pindah ke dalam hatinya.
Pun sama untuk laki-laki, semakin tua, semakin tampan saja. Begitu menenteramkan, begitu melegakan menatapnya. Karena ketampanan itu mekar tak terbilang: di dalam hatinya.

Kamis, 21 Maret 2013

ONLY ONCE IN A LIFE


88888888888888888888888888888888888888>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Saat dilahirkan,...... Kita ga pernah tau penentuan waktu kapan kita akan dilahirkan.
Saat kita akan mati, Kita ga pernah tahu penentuan waktu kapan kematian itu tiba,
Namun, Saat kita memutuskan untuk MENIKAH, kita sangat tAhU dan penuh perencanaan.
Oleh karena itu, jadikan lah pernikahan sesuatu yang harus terjadi SATU KALI dalam hidup. 
Dan harus benar-benar dijaga sepanjang hayat 
(Pak BP-Guru Fisika Bustaanul Uluum)
*****************************************

Rabu, 30 Januari 2013

Perjuangan Sejati


Perjuangan terberat bukan lah penghargaan dunia akan gelar-gelar yang dapat dihormati.
Namun, perjuangan menemukan orang sangat dicintai melebihi cinta terhadap keluarga....
(Bpk Ka MAS BUSTANUL ULUM-TELUK DALAM)