Assalamualaikum Wr. Wb.---Selamat Datang di masitan70.blogspot.com---SEMOGA BERMANFAAT!!!
Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 November 2013

Nur Jannah, Temanku Yang Unik.

Namanya Nur Jannah, biasa dipanggil Jannah. Berkacamata. Selalu Berjilbab. Usianya berkisar 23 Tahun. Adalah teman kuliahku. Kami sekelas. Tidak terlalu akrab memang. Namun, aku mengaguminya. Penampilan nya yang cuek. Hobinya yang membaca komik hingga setua itu (Hhehehe...Maaf Jannah). Membuatku terkadang selalu memperhatikannya dikelas. Anak nya baik. Walau terkadang ngeleneh. Dan sering buat kesal banyak orang. Termasuk aku.

Dan hari ini tanggal 3 November aku bertemu dengannya setelah sekian lama sejak wisuda. Kangen juga. Kami ketemu dilokasi tanpa janjian terlebih dahulu. Yup, tepat ujian CPNS di Tanjung Balai. Kaget dan sangat senang sebenarnya. Tapi tetep bukan janah namanya, jika sifat cueknya ga dilihatin gitu. (Hahahaha)
Dua puluh menit sebelum ujian berlangsung, dimana semua orang sibuk menghapal dan berdoa didalam hati, kulirik janah, eh... ternyata dia malah sibuk membuka bungkusan komik, yang kuyakini baru dibelinya. Dan??? Benar saja, Janah malah membacanya bukan menyibukkan diri seperti peserta ujian lainnya. Janah-janah memang lah begitu, unik dan mengagumkan.

Ini semua mengingatkan aku pada-nya beberapa waktu yang lalu. Janah lah yang membuat aku, asko dan hendri bertaruh untuk menang bermain rubik. Permainan gila kata pacarku. Permainan yang membuat pusing. Tapi, tidak untuk janah. Dia selalu membawa-bawa rubik kemana pun. Bermain disudut kelas, bahkan disaat dosen yang berceramah memberi kuliah. Awalnya kebiasaan Jannah ini tidak aku pedulikan, Namun... belakangan Jannah selalu duduk disampingku dan bermain rubik bahkan tanpa melihatnya. Penasaran dung. Tentu saja. Dan semua ini adalah awal bagiku menyukai rubik juga. Jadilah Jannah dosen kami belajar rubik. (ckckckck....) Dan ternyata tak ada yang mustahil bila kita percaya kita bisa, dan rubik bukanlah milik orang jenius saja (Aku sempat mengganggap Janah sangat-sangat-sangat jenius. hahahaha).

Dan jannah memang sangat jenius menurutku. Sering dikelas aku memperhatikannya. Dia tak banyak bicara. Bahkan teman akrabnya hanya Fenisa saja. Sering membaca komik bahkan koran, dengan terkadang mengacuhkan dosen di depan. Tapi jreng-jreng bila ada pertanyaan dalam diskusi yang ga ketemu solusinya jannah terkadang yang memberi penyelesaian tanpa keterangan berbelit-belit. Mengagumkan.

Apalagi urusan pengetahuan agama. Jannah termasuk anak yang dalam mengetahui hal itu. Lulusan pesantren. Hmph....ini alasan kagumku selanjutnya.

Untuk masalah logika, pernah sekali waktu dia berdebat dengan temanku Salim dan hendri. Nampaklah, cara penyampaian yang lugas dan tepat. Tidak bertele-tele. Dan sangat mudah dimengerti. Masalah penampilan? Hmph cuek sangat. Dia tak memperdulikan pakaian apa yang dipakai orang lain. Bahkan dengan pakaiannya sendiri yang tidak heboh mengikuti fashion. Begitu sederhana. Apa adanya. 


Hmph, Jika diriku ditanya siapa teman special yang kukagumi. Jannah adalah orangnya. Sangat mengagumkan dan terinspirasi. Hahahahaha. #Cayo_Jannah!!!!!

Senin, 07 Oktober 2013

Menghargai Orang Terdekat

Pemahaman untuk tidak melukai hati orang terdekatmu haruslah lebih diutamakan, kawan. Adik kah itu, kakak, rekan kerja, sahabat, pacar dan terutama ayah ibumu. Merekalah orang-orang disekitarmu yang banyak menghabiskan waktu denganmu. Jaga lisan dan sikapmu. Janganlah menyakiti hingga hati nya terluka. Mungkin akan mudah dimaafkan karena memahami karaktermu. Namun, tidak mudah untuk dilupakan begitu saja. Luka yang tertoreh akan meninggalkan bekas yang masih dapat dikenang dihari-hari berikutnya. Mungkin akan masih ada senyum yang sama, sikap yang sama. Tapi percayalah kedalaman hati tiadalah ada yang dapat menjangkaunya. Dia telah terluka. Itulah faktanya. 

Perbaiki sikapmu kawan, janganlah selalu mengharapkan mereka-mereka yang harus memahami karaktermu. Memberi maaf untuk semua salahmu. Mengerti marahmu. Maklum akan sifat kasarmu. Tau sifatmu. Berhentilah!!!! 

Karakter seseorang bukan lah seperti gen yang diwariskan turun temurun. Bukan lem setan yang terus melekat hingga mati. Karakter dapat diubah. Karena kita memiliki hati, karena ada pikiran yang dapat memahami ilmu. Karena ada agama yang menuntun. Jadi berhentilah kawan. Semua dapat diubah sebelum terlambat. Sebelum mereka orang-orang disisi mu merasa terluka dan sakit. Sebelum mereka jenuh dan pergi. 

Janganlah hanya mengharapkan maaf dari mereka. Berilah hatimu dengan kehangatan dan sikap kebaikan. Karena dirimu juga harus memahami dan mengerti orang lain. Sebagaimana mereka mengerti dan memahami mu.

Ita

Kamis, 08 November 2012

Arti yang Sebenarnya



Bukan hal yang mudah membangun satu hubungan dengan orang lain. Saling menjaga hati. Untuk selalu ada......Untuk mau melihat..... Untuk mau mendengarkan...... Walau hanya suatu tindakan sederhana yang diberikan... Itu lebih penting, karena akan bermakna di hati. 
Apa arti yang sebenarnya? 
Hanya mereka yang memiliki hati yang akan memahami. 

Tidak harus dikatakan, agar dirimu mengerti...
Tidak harus berteriak, agar dirimu mendekat...
Tidak harus menangis, agar dirimu tahu aku terluka...

Aku yakin hatimu mendengar...
Aku yakin hatimu melihat..

Sahabat???
Adalah orang-orang yang mau mendengarkan dan menjaga.
Tidak harus dibentuk karena direncanakan.
Tidak perlu dibentuk karena memiliki status sosial yang sama, pendidikan yang sama, hobi yang sama, gosip yang sama (^_*)
Tapi sahabat itu adalah kumpulan orang-orang yang memiliki hati dan kepercayaan. 
Mengapa hati??? Karena dengan hati dia mampu menerima sisi lemah mu dan membuat mu kuat.
Karena hati, dia mampu menemani mu disaat tak ada yang ingin bersama mu.
Karena hati, dia mampu mengobati luka mu.
Karena hati, dia mampu mendengarkan.
Karena hati, dia mampu memberi peringatan ketika kita lalai.
Karena hati, dia akan membantumu.
Karena hati, dia akan memaafkanmu.
Karena hati. dia akan bersedih menjauh darimu.
Dan karena kepercayaan, dia mampu menutup aib mu.

Tidak mudah membangun persahabatan.
Bukan masalah enteng menyebut dia-dia-dia, sahabatku.
Bukan karena kita mau menggosip bersama,
Bukan karena kita membenci orang yang sama.
Bukan karena kita bisa bersenang-senang bersama.
Tapi karena kita mampu menutupi di saat yang satu tidak tertutupi.

****Adalah yang sederhana memang, seorang temanku tanpa kuberi tahu datang melihatku disaat hari penting itu... Rasa senang membuat ku lupa bahwa aku sedang ujian saat itu. Bagi ku, hal-hal yang sangat simpel, bermakna disaat aku sendirian. Dan aku akan selalu mengingatnya.

****Adalah yang sederhana memang, seorang temanku selalu memberi bantuannya disaat aku butuh. Mengantarkan aku disaat tak terjamah ku kota Medan ini sendirian. Walaupun tak mengetahui sebenarnya jalan 'potongan' untuk melewatinya....dia tetap datang mengantarkan aku.
(^_^). Padahal tak banyak yang aku lakukan untuknya.... Tapi dia selalu membantu ku dan banyak  orang. 

****Adalah yang sederhana memang, Kami selalu bersama. Bercerita bersama. Mengetahui aku lebih dari aku. Walau banyak seperti nya orang-orang yang tidak menyukaiku (^_0  untuk ini tidak semua ya...hehehe), dia tetap ada dan tidak memperdulikan mereka. Karena dia mengetahui ku lebih dari yang mereka tahu. Terkesan cuek tapi baik hatinya, diam-diam peduli dengan ku. Banyak hal yang dilakukannya padaku. Selalu memaafkan ku. Dan aku selalu ingin mengucapkan maaf dan terima kasih.
-----untuknya maaf kan aku lalai dengan hari ulang tahunmu------










Hal-hal yang sederhana itu begitu bermakna teman....
Apa arti yang sebenarnya?
Hanya hati yang bisa memahami.
Bukan karena kita tak mampu menyebut diri kita ber "gank"
Tapi, kita memang tidak ber "gank"


Untuk mereka yang pernah mendengarkan, trimakasih.
(Harmadani Asqorina Siregar; Suhendri Panjaitan, Doli Fadly; Meriati Siregar; Pretty Naftatrilova; Salim Effendi)