Assalamualaikum Wr. Wb.---Selamat Datang di masitan70.blogspot.com---SEMOGA BERMANFAAT!!!

Sabtu, 06 Desember 2014

Teriakku

Kadang hari begitu mendungnya, kadang pula hari begitu panasnya. Memperlihatkan sangarnya, marahnya...
Adakah mungkin bumi dapat selalu memahami?

Hati begitu lemahnya, memafkan salah yg selalu berbuat berulang. Adakah memang logika mampu tertutupi hati? Ah, mungkin saja.

Jawaban kadang berbalik pada diri sendiri, berharap pantai yang berteriak marah dengan lantangnya, atau diam dalam keheningan dinginnya malam? Aku terdiam, terbodoh. Apa yang telah aku lakukan?

Mengapa kesadaran penyesalan datang diakhir episode? Tak mampu kah datang lebih awal dengan cara nya?

Oh dunia begitu bisingnya.
Tak jelas lagi ku dengar suaramu, tak mampu lagi aq merasa

Inikah jawaban akan kebingunganku? Mengapa nyanyian laut membawa irama lagu yg berbeda dengan ku? Oh kenapa ini tak mampu aq diskusikan mu?

Firasat

Adakah suatu firasat merupakan pertanda hal buruk akan terjadi?
Firasat begitu bersahabatkah dengan mimpi? Menjadi mempertegas pesan yg ingin disampaikan?

Memikirkan ini dan itu, menjadi hal yang menyibukkan alam bawah sadar seseorang. Menguras hati dan rasa penasaran menyebabkan muncul spekulasi jawaban yg disampaikan dalam mimpi. Kadang saat hati enggan, dia tetap datang dengan bayangannya menyampaikan alasan akan keraguan yg muncul sebagai akibat rasa sedih yg ditimbulkan.

Karma kah ini?
Jika firasat membawa dampak yg begitu dalamnya untuk dipikirkan sepanjang hari?

"Hanya berbicara lewat bayangan ku, adakah kamu berpikir aku akan mengerti? Sebatas apa rasa sabar akan penasaranku menggantung dilangit-langit?" Pahamkah kamu, menunggu itu sangat membosankan?

Hal yang terindah dalam hidup seorang wanita, adalah kemampuan lelaki nya dalam memahami dirinya. Sedikit yg disampaikan namun hati mampu memahami. Bergerak dibelakang layar, dengan mengharu biru membawa sayap malaikat dengan kata bahagia? Bukan dia yg membawa terompet di kepalanya meneriakkan kedunia akan cinta dan perjuangannya yang bahkan semut lebih mampu bertanggung jawab dengan caranya?

Jika ini membicarakan ini dan itu, adakah paham benang merah telah terputus antara tangkai dengan bunganya? Bunga telah memilih vas nya, dengan rasa nya, percaya untuk tetap bersama. Adakah begitukah?
Dia yang tetap bertahan memenangkan peperangan waktu ini?

Jawablah, mengapa diam bisu mu hilang tak menampakkan lagi suara...

Ini hanya ingin berakhir dan dimulai dengan cara yg indah. 🔏

Selasa, 02 Desember 2014

Jika ini masalah waktu⌚ untuk membiasakan diri dengan rutinitas baru dan ketatnya. Aku bersyukur tak banyak wajah mu 🌚yg terlihat khawatir menatap ku.

Menjelaskan disana sini waktu yg berjalan dengan situasi yg tak sama aku tau, aku membencimu. Bagaimana jika nyata nya arah angin tetap membawaku yg tanpa sadar harus memisah denganmu?
Oh betapa kacaunya ini.

Ku kalah, namun kutepis itu
Ku berjalan, dengan limit waktuku yg mengejar. Mengapa salahku dimasa itu membawa mu menjadi dekat? Adakah Tuhan sangat berperan saat ini?

Adakah harus kucari ilmu ini disemak😢 semak?

Nyatanya telah hilang jejakmu,
Telah jauh jarakmu
Apakah telah ada jalan yg telah terencana dengan apiknya?

Jumat, 28 November 2014

Jika ini memang takdirku, aku telah bermain dengan waktu begitu jelimetnya. Berketincah dengan perasaan sendiri, mencari-cari kesempurnaan dari arah angin berbeda, tetaplah membawa kembali ke tempat semula.

Sentilan demi sentilan meneriakkan nama yang sama, tetap ada pemberontakan tanpa dipahami alasannya, tetap diteriakkan.
Oh malam dengan dinginnya menusuk tulangku hingga menggigil. Rasa tetap sama, namun situasi memberi nuansa berbeda.

Apakah ini akhirnya? Dengan cara kerendahan hati menerima?
Karena rasa haruslah ada diantara yang seharusnya, memberi kelanjutan kisah nantinya untuk dijalani bersama.

Adalah Ini harus dimulai dengan cara yg elegan ♥.

Rabu, 26 November 2014

I Feel

Jika ini memang membicarakan mu, mengapa galau hatiku?
Jika memang jalan ini aq harus bertemu dengan mu, mengapa tak mampu aq melihat mu?

Ketika ingin ku jauh, mengapa ikut bayang mu di dekat ku?
Adakah seluruh bumi berteriak dengan hentakannya, hanya untuk mengingatkan ku pada mu?
Mengapa tak mampu kulihat jelas sedang dirimu berdiri didepanku?
Adakah telah buta mata ku?
Adakah telah tuli diriku?

Mengapa angin membawa kehangatanmu begitu dekat dengan jantungku?
Mengapa tak mampu aq menyadari ini dengan terangku?

Oh, sisi ku berteriak.
Aq tertegun dengan napasku terengah-engah. Ingin ku lepaskan pengikat ini agar lebih damai aku melihatmu, apa daya? Masih ada gelap dihatiku. Maafkan aku.

Senin, 24 November 2014

Impian di langit-langit kamar

Yang muda yang berencana,
Yang muda yang berkeinginan.

Namun bagaimana bila jadinya, segala yg diharap-harapkan tak sesuai?

Meninggalkan jauh cita2 dibelakang dan berusaha melihat kepahitan hidup berdasarkan realita hidup yg sebenarnya. Adalah hal tersulit dan tersedih untuk dia yg telah mengharapkan-harapkan impian nya dengan perencanaan matang.

Apa daya upaya maksimal telah diperjuangkan. Namun, kerelaan hati menerima fakta yang nyatanya usaha diri sendiri tak menjadi point utama keberhasilan itu. Ada banyak faktor pendukung. Ada banyak hal sebagai point utama yang harus diikutsertakan.

Biarlah, ini menggantung di langit-langit, untuk dilihat dan terasa dekat buat digapai. Alloh lah yg berencana, akan indah pada waktunya.
آمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

Senin, 17 November 2014

Undangan buat Memilih☺

Kisah bahagia itu nyata nya harus diciptain sendiri.
Gak bisa terbentuk dengan begitu saja. Balik lagi, masalah pilihan.
Pilihan yg menentukan bagaimana cara bahagia itu datang.
Hati pikiran yang menyatu, membuat jalan kisah yg menyenangkan .

Memang, gak semudah yg dikatakan. Namun bahagia itu tergantung dari cara kita milih buat bahagia itu sendiri. Memilih buat bahagia.

Siapa diri yg dapat menentukan berapa lama waktu hidup dalam persinggahan kita di dunia ini. Ini mutlak hak Tuhan dengan segala kebaikkan-Nya.

Pilihan buat bahagia,
Pilihan dalam memilih siapa dia yg dapat menjadi sahabat baik.
Pilihan dalam memilah waktu dan cara yg dapat melukiskan senyum.
Memilih dia sebagai pasangan hidup yg dapat saling membahagiakan.

Kadang rasa tidak puas, menginginkan sesuatu yg lebih hebat agar disegani... Nyatanya membuat beban masalah datang dengan undangan yg tak ramah.
Menyesal tentu saja, apa daya segalanya meminta pertanggungjawaban.

Mengundang masalah datang setelah nyata damai itu telah dimiliki.
Oh manusia tamak, dan banyak berkeinginan.

Seandainya waktu dapat direstart adakah diri tak akan melakukan kesalahan yg sama? Tanyakan diri!!!