Assalamualaikum Wr. Wb.---Selamat Datang di masitan70.blogspot.com---SEMOGA BERMANFAAT!!!

Selasa, 15 Desember 2015

Curhatan ibu hamil❤

Hujan jatuh dibumi jambi malam ini, suasana gelap dimana perusahaan listrik negara telah memadamkan fungsi utama nya. Dingin,. Karena kebetulan sekali kami tidak dirumah malah ada ditempat makan yg lumayan terbuka untuk angin berlalu lalang. Ini ulahku. Karena belakangan tugas memasakku diliburkan, kami (aku dan suamiku) rajin makan diluar. Padahal biaya pengeluaran lebih bengkak dari pemasukan. Ah, suami ku tak menuntut banyak hal. Jadi libur memasak ini tak jadi soal diantara kami.

Fase trimester pertama ini, atau lebih tepatnya 7 minggu kehamilan ku ini sungguh berat. Rasa mual yang selalu datang menjadi rutinitas tetap di pagi hari. Bahkan jika keadaan tidak memungkinkan siang dan malam juga menjadi ajang buat ku bolak balik ke kamar mandi menguras isi perut.

Lemas, lesu dan hilang nafsu makan adalah hal biasa saat ini. Yang menjadi rasa cemasku adalah kondisi calon bayiku. Adakah ia cukup nutrisi? Sebagai ibu nya aq merasa sedih karena tak mampu hamil badak. Dimana mampu makan apa saja saat hamil. Ah, maafkan bunda mu nak. Bunda akan lebih berusaha.

Bukan kah sebenarnya masa kehamilan itu menyenangkan?
Ya, itu yg kurasakan. Perjuangan untuk menjadi seorang ibu. Tahu lah sudah bagaimana derita ibu ku dulu saat mengandung ku. Begitu sulit, sakit dan rasa tak nyaman disana sini.

Diharapkan segalanya berjalan lancar hingga hari kelahiran mu nak. Ayah bunda mu menunggu. Berharap cemas namun hati ini dikuasai rasa sabar. آمِيـنَ.

Senin, 23 November 2015

Episode ku menjadi ibu

Setelah lepas euforia pesta pernikahan, bagi wanita banyak hal yg mendebarkannya. Segalanya terasa indah, terasa bahagia. Namun tiada sempurna bila belum datang si buah hati pengikat hati, buah cinta kami.

Hampir 2 bulan,
Dan hari itu pun tiba...

Hati ku berdebar-debar menantikan tanda 2 garis di test pak. Harapan ku, doa ku tiada terputus untuk nya. Alhamdulilah selepas subuh pengharapan 2 garis terlihat jelas. Dengan senyum bahagianya suamiku memelukku hangat. Alloh telah mempercayakan anugerah yg besar ini untuk kami jaga, alhamdulilah.

Tiada kata yg mampu dijelaskan bagaimana bahagianya hati ini. Begitu excited bagiku yg akan menjadi seorang "ibu". Dan terlihat sama pula baginya, yg insyaalah sebentar lagi akan dipanggil "ayah".

Berita bahagia ini tentunya tak sabar kami kabarkan pada orang tua kami, dan bagi ayahibu ku ini adalah cucu pertama mereka. Ibu ku sangat antusias, menelpon ku hampir setiap hari menanyakan keadaanku. Bahagianya, nyatanya rasa nya seperti ini, perasaan yang melambung tinggi.

Hari-hari ku berjalan, mual dan rasa muntah bahkan pusing dan lemas mendera ku. Diriku yg tidak terlalu hobi "makan" sepertinya memperparah keadaan ini.
Banyak pemicu yg menyebabkan rasa mual ini, terutama bau yg menyengat dan entah mengapa segalanya menjadi bau.

Jadi lah, suamiku yg ekstra keras mengurus rumah, rasa sayang nya padaku yg mungkin saja tak sampai hati melihatku hanya tergolek lemas, dia ambil alih. Perjuangan awal ini sungguh berat. Sebagai wanita yg sebentar lagi menjadi ibu, aku harus bertahan dan bersabar.

Bersyukurlah nak, ayahmu sangat perhatian. Dia begitu baik dan penyayang.

Rabu, 28 Oktober 2015

Bismillahirrohmanirohim

Suara azan itu menggerakkan hati untuk bertemu dengan Alloh. Azan itu terdengar syahdu disiang yg berkabut ini.

Kupahami, manusia berpindah dan berkembang setiap harinya. Segala interaksi dengan apapun nyatanya mempengaruhi cara kita memahami sesuatu. Hari ini, kisah mengispirasi datang dari film yg kulihat. "PERJALANAN HIDUP SEORANG GURU KH. RAHMAT ABDULLAH. Yang menghabiskan umurnya untuk berdakwah di jalan Alloh swt. Dimulai dari dirinya, keluarga nya, kehidupan bermasyarakatnya. Begitu dermawan, santun, bijak dan tegas. Sosok suami yg romantis, pengasih, lembut. Sosok ayah penyayanh dan bijak. Adakah lagi sosok dirinya saat ini? Beliau wafat di tahun 2005, meninggalkan satu istri dan 3 putri. Sungguh baik mereka-mereka yg membuat film dokumentasi ini. Semoga Alloh Swt memberi fahala bagi mareka.

Intisari yg kuperoleh, bahwa hidup ini seperti buku. Ada masa untuk hidup yg dibagian permulaan kita akan menuliskan seperti apa jati diri kita yg harus dipegang dan dijalankan seterusnya selama masih ada nafas. Ada bagian isi, beragam kisah tentang perjuangan dan segala interaksi dan catatan hidup yg nanti akan diperhitungkan dibagian akhir. Dihabiskan untuk apa? Mengerjakan apa? Apa saja kah ilmu yg telah diperolah itu? Apa yang telah diamalkan? Dan dibagian akhir buku, tentang kisah bagaimana kita mengakhiri kematian itu dengan jati diri sebagai apa? Dan bagaimana diri akan dikenang? Berapa banyak mereka yg berdoa dan menghantarkan kita ke peristirahatan terakhir. Dan apa yg kita akan bawa pulang untuk bertemu dengan Nya? Karena bagian akhir ini penentu bagaimana hidup kita akan ditutup.

Segalanya berbatas, ada waktu yg telah ditentukan. Sebagaimana manusia seharusnya memahami, hidup ini pilihan. Surga dan Neraka juga pilihan. Pintu yg mana yg ingin dimasuki. Segalanya bergantung nafsu, hati dan iman.

Alloh Maha berkehendak terhadap sesuatunya. Segalanya telah tertulis jelas, bahwa usia kita berbatas waktu. Aku akan mati, kalian juga akan mati. Dapat kah kita bersiap??

Senin, 19 Oktober 2015

Suamiku, Aku mencintaimu

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa mencintai itu sangat membahagiakan.

Menikah, memutuskan bersama karena Alloh. Bersaksi dan berjanji akan hidup bersama selamanya, dalam akad yg sakral dan indah.. kini aq menjadi istri.

Betapa sangat bersyukurnya hati ku, akan nikmat Alloh yg begitu membahagiakan ini. Kini dia menjadi milikku. Suamiku.

Bismillahirohmannirohim. Niat tulus ini kuawali. Dan Alloh memberiku banyak hal yg membahagiakan ketika bersamanya.

Alloh memberi ku cinta, dan rasa mencintai dan dicintai. Kini benar kuakui. Bahwa menikah menjadikan hati sepenuhnya mencintai. Sepenuhnya, tanpa meragu. Dan mencintai itu sangat indah. Perasaan yg tak pernah kualami sebelumnya. Mencintai, sangat sangat sangat membahagiakan. Bahagiaku karena cinta ini telah kuberikan dan hanya ku peruntukan kepada suamiku. Semakin aq menghabiskan waktu dengan nya, semakin lama aq memandangnya, nyata nya ada rasa sayang yg sangat besar di hatiku pada nya.

Dalam sujud ku, hatiku berharap, kita akan bersama untuk selamanya. Hatimu, dan terutama hatiku dipenuhi rasa cinta berlebih dalam setiap tarikan nafas. Bersama, saling mencintai.

Suamiku, aq mencintaimu karena Alloh.

Selasa, 12 Mei 2015

Fase Baru


Seakan ini hanya lah mimpi, aku telah terbangun.
Akhirnya fase hidupku berkembang dalam tahapan baru.
Ini real. Inilah hidup yang sebenarnya.
Bertemu, bersama dan berpisah.
Diawali dan harus dikembangkan agar ada cerita untuk mengakhiri.
Ini fasenya. Harus disiapkan.

Pembicaraan bagaimana hati dapat menerima dan segala alasan yang akan dijabarkan, tidak menjadi penting lagi saat ini. Berserah pada Tuhan agar ada cerita terbaik yang dilukiskan setelahnya. Pengharapan.

Ini lah hidup. Bagaimana sesuatu akan diawali. Akan dimulai.
Hidupku yang baru. Menjadi seorang istri.

Dilema, tentu saja.
Masa lajang yang akan segera diakhiri ini, memberi kan aura positif bagi sekitar.
Banyak kebahagian disana-sini. Banyak doa yang dipanjatkan.
Persiapan-persiapan yang menjadi faktor penunjang dan menyemarakkan cerita ini telah disiapkan.
Setidaknya banyak pengharapan yang diinginkan.
Akan ada cerita yang baru. Akan ada kisah yang dilukiskan dengan kehidupan.
Semua menunggu. Semua berharap.

Akhirnya bunya ini telah berkembang dan menjadi calon pengantin cantik yang menunggu kumbangnya. Kumbangku baik dan bertahta dalam hidupnya dengan berani, terampil, dan mencintai bunga dengan caranya. Bunga ini berterima kasih karena besarnya cinta kumbang yang didapatnya. Rasa sabar dan besarnya cinta kumbang yang begitu setia hingga se-windu. Akhirnya berakhir dengan manis.

Ini lah kumbangku yang kusayangi dan tak ingin ku berpisah dengan nya.
Bagi bunga, banyaknya kumbang yang telah menghampiri dan menyanyikan bearagam lagu untuk bunga agar tertarik, tidak menyebabkan bunga memberikan sepenuh-penuhnya hati kepada mereka.
Jika benar pesona bunga telah membuat kesabaran kumbangku teruji selama ini, adalah benar dan sangat mengesankan. Kumbangku berhasil melewati ujian sabar dan setia nya. Begitulah cinta dan sayang tak bersyarat kumbangku pada bunga. Murni, tulus dan penuh.

Akhirnya, keberanian melangkah dalam fase baru ini telah melewati persyaratan tak terbatas. Bila membingungkan, maaf kan diri yang tak mampu menahan gejolak.

Hidup dalam fase ini. Harus dimulai. . . . .




Minggu, 26 April 2015

Adakah kita telah bersiap???

Pada akhirnya manusia akan mati.
Memiliki awal, dan memiliki akhir.
Bila dilihat dari luarnya, hidup manusia terlihat sangat sia-sia.
Namun, setelah memikirkan arti kematian itu... nyatanya hidup manusia penuh dengan rasa.
Bukan bagaimana cerita mula dan akhirnya, tapi point yang terpenting adalah proses menjalaninya.
Bagaimana hidup manusia itu dijalani. Dengan cara yang bagaimana. Seperti apa. Bagaimana proses setiap bagian waktunya... itu adalah yang terpenting. Dan nyatanya tidak sia-sia. Benar-benar penuh dengan rasa.

Dan, dengan siapa kita menghabiskan waktu untuk hidup yang hanya sesingkat tidur siang ini?
Adakah tidak menyesal nanti ketika habis waktu nya?
Semua akan berakhir. Bagi mereka yang sangat takut akan kematian itu nyatanya, mereka pasti akan bertemu dengan kematian lebih awal dari mereka yang merasa berani. Bukan kah sangat mudah roh itu telepas dari raganya?

Pembahasan kali ini sangat menakutiku.
Namun, setelah ku liat mereka-mereka yang setiap harinya mempermainkan kata mati. Akhirnya mati.
Merasa hidup mereka begitu panjang nya, seakan mati hanya untuk lelucon membuat tawa orang lain, sebenarnya membicarakan mati sangat lah menakutkan. Hidup adalah Alloh yang menentukan. Alloh lah yang menbuat permulaan dan part akhir setiap hamba-Nya.

Adakah kita telah bersiap???




Sabtu, 21 Februari 2015

Anak

Kenyataannya, anak berapapun usia nya adalah tetap adanya dalam penyebutan "anak". Kecenderungan anak adalah meniru tingkah pola yg dilihatnya dari keseharian orang tuanya. Begitulah sifat keras kepala dilihat dan dijadikan tingkah pola keturunan untuk ditiru dan diterapkan.

Adalah memang tak semua mampu melihat inti sari hidup yang sebenarnya. Hakekatnya kita hidup dibumi ini hanya persinggahan dalam kurun waktu kurang dari 100 tahun. Hidup ini adalah tempat untuk menanam sebanyak-banyaknya pahala untuk kita panen nanti ketika bertemu dengan Alloh.

Rabu, 17 Desember 2014

Nyanyian Meragu

Tak selamanya mampu manahan godaan angin, karena angin selalu berhembus dengan arah yang tak sama.

Membuat timpang dan meragu, melepaskan angan dan bergerak menjauhi. Menyadari akan hal2 yang menggoga hati untuk dilakukan sebelum bergerak dalam kebijakan.

Helaan napas menyadarkan akan batasan hidup yg Tuhan beri tak selama Adam As. Mengerti bahwa ada hal yg akan dipertanggung jawabkan pada Tuhan. Bahwa segalanya kadang tak berjalan sesuai angan dan berdasar realita nya. Oh mengapa ini mulai membuat ragu.

🎶Aku ingin begini, Aku ingin begitu.
Semua ingin ingin ingin itu banyak sekali. Semua semua semua pasti dikabulkannya dengan kantong ajaib. 🎵 doraemon...

Kecewa ya?

Seperti rasa tak enak ketika ditonjok dibagian abdomen mu, itulah mungkin hal yg tepat untuk mengatakan ini.

Kadang memang tak perlu dipertanyakan hanya untuk berniat agar terpenuhi hasrat keingintahuan kita terhadap nya, menimbulkan kekecewaan yg mendalam.

Tak mampu nya dia, untuk menyaring apa yg perlu disampaikan menyebabkan luka. Dewasa kah ini Tuhan? Ingin tahu, namun merasa menyesalkan rasa tahu ini?

Beginikah seharusnya? Menyatukan tidak hanya 2 org tapi 2 keluarga budaya dan cara berbedanya? Benar2 memiliki sudut pandang tak sama dalam memandang dan beragumen?

Selesaikah tugas orang tua setelah dewasa anaknya? Mengapa berbeda cara orang tua menganggap pentingnya keinginan anak? Dan cara upaya orang tua membantu anaknya?

Kecewa, entah mengapa hati ini memahami alasannya,... Namun mengapa terasa lebih kecewa nya diri terhadap keadaan ini? Adakah harus diri ini berada dalam situasi ini Tuhan??

Rabu, 10 Desember 2014

Jawaban ku

Jika memang jalan ku telah dimulai sejak aq ketemu kamu, dan seberapa kuat aq menghindari,
kamu tetap aq lihat dalam jangkauan ku, sekarang aq berenti.... Berenti untuk tidak menghindarimu lagi... [11/12 00.29]

Selasa, 09 Desember 2014

Se-windu

Duhai diri yang banyak berkeinginan, mengharapkan segalanya sesuai hati. Menginginkan yg teridah, yang terbaik.

Adakah salah jika begitu?
Mempercayai bahwa segala yg baik hanya bersumber dari-Nya?
Berkeinginan memiliki dia yang menjadi imam membawa surga?

Adakah bau surga begitu jauhnya? Sehingga tak layak aku sehasta lebih dekat?

Mengetahui diri yang lebih hitam dari putihnya surga, berusaha dengan terseok-seok melawan nafsu dunia dan menginginkan surga? Adakah salah jika mengharapkan?

Melihat sisi dengan cara tak sama, nyatanya ditentang keras dengan mereka. Dituntut oleh kematangan usia, diwajibkan untuk segera.

Adakah ketakutan ini berujung salah? Mengkhawatirkan memulai hidup dengan orang yang salah? Yang bahkan tak mengerti huruf-huruf Nya? Oh, apakah solusi untuk dapat hijrah ini begitu ruwetnya?

Mengapa tak mampu dimengerti dengan dia yang telah ditakdirkan sebagai pemimpin diri, istri dan anaknya? Menegur dan menghilangkan penat dengan melawan diri menuliskan sindiran melalui tulisan di media sosial?
Imam kah itu? Bahkan tak layak dia untuk dirinya..

Adakah tak mampu dia mengerti bahwa hati yang telah membeku ini telah mempercayai bahwa cinta tiada berarti? Tak datang dia dengan kehangatan tapi hanya dengusan untuk dapat dimengerti? Dipahami dia lah sang lelaki?

Nyatanya waktu sewindu tak dapat mencairkan diri untuk belajar memahami? Adakah ini berhati batu sehingga sulit buat dipelajari?

Menginginkan diri dipimpin bukan memimpin, fitrahnya imam adalah seorang laki-laki. Atau perlu ku tanyakan? Lelakikah????

Minggu, 07 Desember 2014

Husnuzon

Memutuskan sesuatu untuk hal yg berkelanjutan membutuhkan banyak energi positif yang lebih real.
Pemahaman akan hal ini lebih mengutamakan keimanan.
Keimanan untuk menyerahkan segala nya pada Alloh. Kadang segala nya tak berjalan sesuai dengan permintaan dan hal yg telah diharap-harapkan. Ini lebih masalah untuk bertawakal.

Target telah disusun untuk dijalankan.
Pembuktian akan menperlihatkan hasilnya berdasarkan waktu yang konsisten berjalan. Percaya dan ber-husnuzon pada- Nya.

Lagu ku beralun


لبِسْـــــــمِ أللَّهِ ألرَّحْمَانِ ألرَّحِيْـــم ‎

Malam q tak bersuara, teriakku tak didengar. Alunan hati akan penolakan, kesedihan yg tak sesuai dengan realitanya..
Adalah lagu yg didendangkan malam dengan cara nya.

Ini lah sebenarnya, bahwa angin dunia kadang membawa sedih dan kecewa terdalam meninggalkan luka.

Menunggu adakah ini menguji kesabaran akan ketidakyakinan ku akan rasa. Bahwa memang begitulah seakan pintu yg tertutup dan terbuka begitu saja.

Ini akhir dan berkisah dengan caranya, setiap episode iri ini menghembuskan luka dalam menggores hati. Masalahnya dia tak memahami bahasaku, tak mendengar keluhanku.

Oh langit mengapa tak terdengar suaraku di telingamu?

Sabtu, 06 Desember 2014

Teriakku

Kadang hari begitu mendungnya, kadang pula hari begitu panasnya. Memperlihatkan sangarnya, marahnya...
Adakah mungkin bumi dapat selalu memahami?

Hati begitu lemahnya, memafkan salah yg selalu berbuat berulang. Adakah memang logika mampu tertutupi hati? Ah, mungkin saja.

Jawaban kadang berbalik pada diri sendiri, berharap pantai yang berteriak marah dengan lantangnya, atau diam dalam keheningan dinginnya malam? Aku terdiam, terbodoh. Apa yang telah aku lakukan?

Mengapa kesadaran penyesalan datang diakhir episode? Tak mampu kah datang lebih awal dengan cara nya?

Oh dunia begitu bisingnya.
Tak jelas lagi ku dengar suaramu, tak mampu lagi aq merasa

Inikah jawaban akan kebingunganku? Mengapa nyanyian laut membawa irama lagu yg berbeda dengan ku? Oh kenapa ini tak mampu aq diskusikan mu?

Firasat

Adakah suatu firasat merupakan pertanda hal buruk akan terjadi?
Firasat begitu bersahabatkah dengan mimpi? Menjadi mempertegas pesan yg ingin disampaikan?

Memikirkan ini dan itu, menjadi hal yang menyibukkan alam bawah sadar seseorang. Menguras hati dan rasa penasaran menyebabkan muncul spekulasi jawaban yg disampaikan dalam mimpi. Kadang saat hati enggan, dia tetap datang dengan bayangannya menyampaikan alasan akan keraguan yg muncul sebagai akibat rasa sedih yg ditimbulkan.

Karma kah ini?
Jika firasat membawa dampak yg begitu dalamnya untuk dipikirkan sepanjang hari?

"Hanya berbicara lewat bayangan ku, adakah kamu berpikir aku akan mengerti? Sebatas apa rasa sabar akan penasaranku menggantung dilangit-langit?" Pahamkah kamu, menunggu itu sangat membosankan?

Hal yang terindah dalam hidup seorang wanita, adalah kemampuan lelaki nya dalam memahami dirinya. Sedikit yg disampaikan namun hati mampu memahami. Bergerak dibelakang layar, dengan mengharu biru membawa sayap malaikat dengan kata bahagia? Bukan dia yg membawa terompet di kepalanya meneriakkan kedunia akan cinta dan perjuangannya yang bahkan semut lebih mampu bertanggung jawab dengan caranya?

Jika ini membicarakan ini dan itu, adakah paham benang merah telah terputus antara tangkai dengan bunganya? Bunga telah memilih vas nya, dengan rasa nya, percaya untuk tetap bersama. Adakah begitukah?
Dia yang tetap bertahan memenangkan peperangan waktu ini?

Jawablah, mengapa diam bisu mu hilang tak menampakkan lagi suara...

Ini hanya ingin berakhir dan dimulai dengan cara yg indah. 🔏

Selasa, 02 Desember 2014

⌚

Jika ini masalah waktu⌚ untuk membiasakan diri dengan rutinitas baru dan ketatnya. Aku bersyukur tak banyak wajah mu 🌚yg terlihat khawatir menatap ku.

Menjelaskan disana sini waktu yg berjalan dengan situasi yg tak sama aku tau, aku membencimu. Bagaimana jika nyata nya arah angin tetap membawaku yg tanpa sadar harus memisah denganmu?
Oh betapa kacaunya ini.

Ku kalah, namun kutepis itu
Ku berjalan, dengan limit waktuku yg mengejar. Mengapa salahku dimasa itu membawa mu menjadi dekat? Adakah Tuhan sangat berperan saat ini?

Adakah harus kucari ilmu ini disemak😢 semak?

Nyatanya telah hilang jejakmu,
Telah jauh jarakmu
Apakah telah ada jalan yg telah terencana dengan apiknya?
☁

Jumat, 28 November 2014

♥

Jika ini memang takdirku, aku telah bermain dengan waktu begitu jelimetnya. Berketincah dengan perasaan sendiri, mencari-cari kesempurnaan dari arah angin berbeda, tetaplah membawa kembali ke tempat semula.

Sentilan demi sentilan meneriakkan nama yang sama, tetap ada pemberontakan tanpa dipahami alasannya, tetap diteriakkan.
Oh malam dengan dinginnya menusuk tulangku hingga menggigil. Rasa tetap sama, namun situasi memberi nuansa berbeda.

Apakah ini akhirnya? Dengan cara kerendahan hati menerima?
Karena rasa haruslah ada diantara yang seharusnya, memberi kelanjutan kisah nantinya untuk dijalani bersama.

Adalah Ini harus dimulai dengan cara yg elegan ♥.

Rabu, 26 November 2014

I Feel

Jika ini memang membicarakan mu, mengapa galau hatiku?
Jika memang jalan ini aq harus bertemu dengan mu, mengapa tak mampu aq melihat mu?

Ketika ingin ku jauh, mengapa ikut bayang mu di dekat ku?
Adakah seluruh bumi berteriak dengan hentakannya, hanya untuk mengingatkan ku pada mu?
Mengapa tak mampu kulihat jelas sedang dirimu berdiri didepanku?
Adakah telah buta mata ku?
Adakah telah tuli diriku?

Mengapa angin membawa kehangatanmu begitu dekat dengan jantungku?
Mengapa tak mampu aq menyadari ini dengan terangku?

Oh, sisi ku berteriak.
Aq tertegun dengan napasku terengah-engah. Ingin ku lepaskan pengikat ini agar lebih damai aku melihatmu, apa daya? Masih ada gelap dihatiku. Maafkan aku.

Senin, 24 November 2014

Impian di langit-langit kamar

Yang muda yang berencana,
Yang muda yang berkeinginan.

Namun bagaimana bila jadinya, segala yg diharap-harapkan tak sesuai?

Meninggalkan jauh cita2 dibelakang dan berusaha melihat kepahitan hidup berdasarkan realita hidup yg sebenarnya. Adalah hal tersulit dan tersedih untuk dia yg telah mengharapkan-harapkan impian nya dengan perencanaan matang.

Apa daya upaya maksimal telah diperjuangkan. Namun, kerelaan hati menerima fakta yang nyatanya usaha diri sendiri tak menjadi point utama keberhasilan itu. Ada banyak faktor pendukung. Ada banyak hal sebagai point utama yang harus diikutsertakan.

Biarlah, ini menggantung di langit-langit, untuk dilihat dan terasa dekat buat digapai. Alloh lah yg berencana, akan indah pada waktunya.
آمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

Senin, 17 November 2014

Undangan buat Memilih☺

Kisah bahagia itu nyata nya harus diciptain sendiri.
Gak bisa terbentuk dengan begitu saja. Balik lagi, masalah pilihan.
Pilihan yg menentukan bagaimana cara bahagia itu datang.
Hati pikiran yang menyatu, membuat jalan kisah yg menyenangkan .

Memang, gak semudah yg dikatakan. Namun bahagia itu tergantung dari cara kita milih buat bahagia itu sendiri. Memilih buat bahagia.

Siapa diri yg dapat menentukan berapa lama waktu hidup dalam persinggahan kita di dunia ini. Ini mutlak hak Tuhan dengan segala kebaikkan-Nya.

Pilihan buat bahagia,
Pilihan dalam memilih siapa dia yg dapat menjadi sahabat baik.
Pilihan dalam memilah waktu dan cara yg dapat melukiskan senyum.
Memilih dia sebagai pasangan hidup yg dapat saling membahagiakan.

Kadang rasa tidak puas, menginginkan sesuatu yg lebih hebat agar disegani... Nyatanya membuat beban masalah datang dengan undangan yg tak ramah.
Menyesal tentu saja, apa daya segalanya meminta pertanggungjawaban.

Mengundang masalah datang setelah nyata damai itu telah dimiliki.
Oh manusia tamak, dan banyak berkeinginan.

Seandainya waktu dapat direstart adakah diri tak akan melakukan kesalahan yg sama? Tanyakan diri!!!