Assalamualaikum Wr. Wb.---Selamat Datang di masitan70.blogspot.com---SEMOGA BERMANFAAT!!!

Rabu, 06 November 2013

Guru Yang Ngedumel

Jadi guru memang harus memiliki kesabaran tingkat tinggi. Bukan namanya guru jika hanya bertampang emosi. Apalagi jika sepatu mendarat ke kepala siswa dengan kecepatan tinggi. Itu sih preman pasar. (^o^). Guru selalu berinteraksi dengan berjenis-jenis kepala yang ingin tahu. Bagaimana cara guru mentransfer ilmu dan keperibadian baik, itulah masalah pokoknya. Berganti-ganti kurikulum sesuai mentri yang menjabat, sebenarnya punya maksud yang sama saja. Hanya, cara mempresentasikannya lah yang berbeda-beda.


Banyak yang dituntut dari seorang guru, guru harus memahami konsep ilmu yang diampunya, menguasai keterampilan pedagogiknya. Ssemuuuuuuuanya. Wajib ada dulu di kepala si guru. 
Umumnya mereka diluar sana menganggap jadi guru itu pilihan terakhir dan mudah dilakukan. Tinggal ngajar aja. Kasi PR. Kasi catatan. Sudah deh. Hmph, jika memang begini mudahnya, mengapa perlu ada universitas pendidikan yang kuliahnya selama 8 semester yang dibahas itu cara ngajar doang? ga percuma dung ada dosen yang gelarnya hingga profesor ahli pendidikan yang bahas itu semua, jika memang mengajar itu mudah.

Mengajar itu, kesimpulan Saya, selama kuliah 4 tahun di UNIMED dan jadi tenaga pendidik baik guru privat dan kelas, saangaat sulit. Membuat siswa yang ga tahu jadi tahu itu mudah. Tapi buat siswa tahu tujuan dia belajar dan diaplikasikan dalam hidup nya. Itu sangat tidak mudah. Mengertikah kawan, jadi guru haruslah datang dari hati. Apapun alasannya, dan semua embel-embelnya. Tetep....datang dari hati.  

Guru itu contoh, dan ini adalah poin yang paling sulit dimengerti guru itu sendiri. Apapun itu, siswa akan memperhatikan. Dan fitrahnya, guru kan manusia juga, bukan Nabi yang bisa sempurna. Tapi Bagaimana lagi, Tun-tu-tan!! Guru memang harus sempurna, sifatnya, cara bicaranya, ilmunya, de-el-el.

Kesabaran. Memang Hal yang mudah untuk dikatakan. Guru harus punya itu. Guru tetap harus bijak. Ga boleh marah. Bila pun emosi setinggi ubun-ubun, haruslah marah dengan elegan. Beretika gitu maksudnya. Ga boleh dung, semua jenis binatang di hutan disebutin. JADI, untuk anak-anak diseluruh Nusantara dan di belahan dunia manapun, Hargailah Gurumu. Dan tetap jadikan gurumu sebagai guru. 

Selasa, 05 November 2013

Ngalor Ngidul

Bekerja memang membutuhkan keikhlasan dan ilmu. Kenapa ilmu? Ya, agar kita dapat ngendaliin diri bila ternyata faktanya tak seperti yang kita pikir dan inginkan. Kadang kerja ini ngebosenin. Kadang sangat menarik juga. Perasaan hilang bila sehari z ga berangkat kerja. Pa lagi untuk ku yang bekerja di Laboratorium. Bekerja diam dan berfikir. Yup benar-benar bekerja mandiri dan individual. Asik memang, bila kita sedikit berinteraksi dengan banyak orang, ga harus duduk manis berpura-pura senang, atau duduk dengan wajah yang senang mendengarkan gosip-gosip orang, atau berusaha sok ngerti ketika jadi tempat curhatan. Wajah lugu ku terkadang jadi tempat curhatan orang lho, walau sebenarnya aku setengah hati mendengarkan, tapi anehnya aku cepat menyimpulkan dan memberikan solusi berdasar cerita orang tersebut. dan bukan diriku jika aku membela satu pihak. Aku sering melihat dari sisi yang lainnya. Dan tentu saja, akhirnya aku jadi nenek tua yang memberi petuah berdasar pengalaman pikiranku saja bukan pernah dialami lho... hehehehe.

Banyak nya mereka yang curhat, terkadang menjadi inspirasiku dalam menulis blog ini. Jadi, ga sepenuhnya adalah pengalaman pribadi. Faktanya, banyak cerita dan kisah yang terserap ke otak ku membuatku terkadang merasa aku lah si orang nya. Terbawa-bawa gitu. Aduh pusing juga. Namun, belakangan aku belajar menuliskan semua kisah itu agar tak tertimbun dan busuk di kepalaku. Ya... kepala kan bukan komputer yang dapat di-instal ulang. Dengan syarat, tak sejelas-jelasnya indetitas si pencurhat ku tuliskan. Cukup kisahnya saja. Semoga si pencurhat senang. Bahwa kisahnya dapat jadi bahan tulisan dan mungkin saja ujung-ujung nya jika sebuah penerbit yang membaca blog ini dapat dibukukan. Heheheh ---#ngarep.

Begitulah, hari ini hanya ingin menulis ini saja. 
#bertempat dikantorku yang sunyi dan tersayang_Laboratorium DIKDASMEN. (Hehehehehe) 

Nur Jannah, Temanku Yang Unik.

Namanya Nur Jannah, biasa dipanggil Jannah. Berkacamata. Selalu Berjilbab. Usianya berkisar 23 Tahun. Adalah teman kuliahku. Kami sekelas. Tidak terlalu akrab memang. Namun, aku mengaguminya. Penampilan nya yang cuek. Hobinya yang membaca komik hingga setua itu (Hhehehe...Maaf Jannah). Membuatku terkadang selalu memperhatikannya dikelas. Anak nya baik. Walau terkadang ngeleneh. Dan sering buat kesal banyak orang. Termasuk aku.

Dan hari ini tanggal 3 November aku bertemu dengannya setelah sekian lama sejak wisuda. Kangen juga. Kami ketemu dilokasi tanpa janjian terlebih dahulu. Yup, tepat ujian CPNS di Tanjung Balai. Kaget dan sangat senang sebenarnya. Tapi tetep bukan janah namanya, jika sifat cueknya ga dilihatin gitu. (Hahahaha)
Dua puluh menit sebelum ujian berlangsung, dimana semua orang sibuk menghapal dan berdoa didalam hati, kulirik janah, eh... ternyata dia malah sibuk membuka bungkusan komik, yang kuyakini baru dibelinya. Dan??? Benar saja, Janah malah membacanya bukan menyibukkan diri seperti peserta ujian lainnya. Janah-janah memang lah begitu, unik dan mengagumkan.

Ini semua mengingatkan aku pada-nya beberapa waktu yang lalu. Janah lah yang membuat aku, asko dan hendri bertaruh untuk menang bermain rubik. Permainan gila kata pacarku. Permainan yang membuat pusing. Tapi, tidak untuk janah. Dia selalu membawa-bawa rubik kemana pun. Bermain disudut kelas, bahkan disaat dosen yang berceramah memberi kuliah. Awalnya kebiasaan Jannah ini tidak aku pedulikan, Namun... belakangan Jannah selalu duduk disampingku dan bermain rubik bahkan tanpa melihatnya. Penasaran dung. Tentu saja. Dan semua ini adalah awal bagiku menyukai rubik juga. Jadilah Jannah dosen kami belajar rubik. (ckckckck....) Dan ternyata tak ada yang mustahil bila kita percaya kita bisa, dan rubik bukanlah milik orang jenius saja (Aku sempat mengganggap Janah sangat-sangat-sangat jenius. hahahaha).

Dan jannah memang sangat jenius menurutku. Sering dikelas aku memperhatikannya. Dia tak banyak bicara. Bahkan teman akrabnya hanya Fenisa saja. Sering membaca komik bahkan koran, dengan terkadang mengacuhkan dosen di depan. Tapi jreng-jreng bila ada pertanyaan dalam diskusi yang ga ketemu solusinya jannah terkadang yang memberi penyelesaian tanpa keterangan berbelit-belit. Mengagumkan.

Apalagi urusan pengetahuan agama. Jannah termasuk anak yang dalam mengetahui hal itu. Lulusan pesantren. Hmph....ini alasan kagumku selanjutnya.

Untuk masalah logika, pernah sekali waktu dia berdebat dengan temanku Salim dan hendri. Nampaklah, cara penyampaian yang lugas dan tepat. Tidak bertele-tele. Dan sangat mudah dimengerti. Masalah penampilan? Hmph cuek sangat. Dia tak memperdulikan pakaian apa yang dipakai orang lain. Bahkan dengan pakaiannya sendiri yang tidak heboh mengikuti fashion. Begitu sederhana. Apa adanya. 


Hmph, Jika diriku ditanya siapa teman special yang kukagumi. Jannah adalah orangnya. Sangat mengagumkan dan terinspirasi. Hahahahaha. #Cayo_Jannah!!!!!

Senin, 04 November 2013

It's All about Your Heart

Hati, adalah tempat untuk menyimpan rasa dan luka kehidupan seorang insan. Menjadi rahasia terdalam yang dapat tersimpan rapat dan enggan untuk membocorkan. Tiada yang akan lebih mengerti dalamnya, sakitnya, melebihi hati yang sangat mampu memahami. Jadi berhentilah, berkeluh kesah dan mengutuk dunia bahwa hatimu terluka.

“Ini adalah mengenai hati yang mencintai” 

Tidaklah semua insan yang dapat mencintai cintanya dengan hati. 
Mencintai namun tidak dengan hati, akan membuatmu terputus akan hal arti sejatinya cinta itu. 
Cinta itu bukanlah untuk memiliki. Cinta adalah bersama untuk saling bahagia. Hanya itu. 
Cinta bukanlah karena apa-apa nya. Cinta hanyalah untuk membuatnya bahagia. 
Cinta bukanlah untuk meminta. Sejatinya cinta adalah pengorbanan. 
Cinta bukanlah takut dilukai. Sebenarnya cinta janganlah melukai. 
Cinta tidak menuntut untuk selalu dimaafkan, cinta-lah yang harus memaafkan. 
Mengerti-kah? Jangan menuntut dicintai. Tapi mencintailah sebanyak-banyaknya yang kamu bisa. 

Tidak akan ada sakit bila hati mampu mencintai. Tidak akan ada hati yang mati. 
Cinta akan selalu memaafkan. Cinta akan selalu memberi sebanyak-banyaknya. 
Cinta akan dipahami tanpa kamu harus mengatakannya dengan tegas bahwa kamu mencintai. 
Bukan cinta, bila bersuara. 
Cinta seperti hati. 
Senyap.... diam... dan berarti. 

“Ini adalah mengenai hati yang merindu” 

Pahamkah? Merindu mampu menyakiti hati dengan kejamnya? 
Merindu memperdalam luka hati, bila hati tak mampu bersama dengan cintanya. 
Hati tak mampu berpura-pura bila dia telah merindu. 
Hati tak mampu berbohong. 
Hati tak akan berkaloborasi dengan suara untuk berteriak. 
Hati akan membicarakannya dalam diam. 
Bahwa merindu akan membahagiakan hati. 
Bahwa rindu dapat pula menyakiti hati. 
Pahamkah? Bila mencintai nya dengan hati, kamu akan memahami bahwa hatinya telah merindu. 
Dia tak akan menjelaskan dengan suara. Dia tak akan memperlihatkan dengan citra. Dia akan memahami dengan diam. Bagaimana seharusnya hati berkomunikasi. 
Hati akan merasakan walau terbenam jauh dibumi. 
Terhalang jarak yang jauh. 
Karena hati hanya dapat dirasa dengan hati. 

“Ini adalah mengenai hati yang tersakiti” 

Bagaimana deskripsi mengenai hati yang tersakiti itu? 
O.. tak akan sama untuk setiap orang. 
Tak akan sama aku dengan mu. 
Atau tak akan sama antara dia dan mereka. 
Narasikanlah dalam hatimu bagaimana hati mu yang tersakiti itu? Terluka dalam-kah? 
Sedalam apa....? Masih mampukah untuk memaafkan cintamu itu? 

Ya... kamu harus memaafkannya. 
Bahwa hatinya lah yang dulu kamu cintai. 
Bahwa hatinya lah dulu yang kamu rindukan. 
Hatinya lah dulu yang memberikan kedalamaian di hatimu. 
Hatinya lah yang dulu yang mampu memahami salah dan kurangmu. 
Jangan lumpukan ingatanmu akan kenangan yang telah terjalin. 
Simpanlah jauh dihatimu, kawan. 

Percayalah.... Tuhan telah memberikan waktu yang terbaik. 
Tuhan sedang mengajarkan mu arti masalah hati, masalah hidup, untuk mu mendewasakan diri. 
Mungkin dengan cara yang berbeda untuk setiap hamba-Nya. Dan caramu beginilah. 
Pahamilah. Tujuan dan maksud nya adalah sama. 
Agar hatimu dewasa.

Dewasakanlah hatimu secepat yang kamu bisa, kawan. 
Agar hati mu lebih cepat bahagia.
Ita


Rabu, 09 Oktober 2013

Sejenak Untuk Memahami. . .

Bagaimana cara kita memahami hidup ini berbeda disetiap orang. Bagiku, setiap harinya…. Saat kita melihat orang lain, mengenalnya, menghabiskan waktu bersama mereka. Adalah pelajaran yang tidak kita temui di bangku sekolah yang hanya memberikan teori-teori hidup. Inilah kenyataannya. Ini lah prakteknya. Ini lah yang harus kita pelajari dengan sejenak mau mendengarkan dan melihat. 

Terkadang kita merasa kehidupan tidak memberikan keadilan yang sama. Kita selalu menggerutu. Anggapan bahwa kehidupan jarang memberikan kebaikannya membuat kita sering menghakimi Tuhan. Men-just begitu saja tanpa ilmu. Sadarkah? Bahwa kehidupan punya cara sendiri untuk memberi kita kebaikannya. Kita hanya enggan melihat. Kita hanya enggan mendengar. Bahwa bisikan kehidupan setiap harinya mengajarkan dan mengingatkan kita untuk bersyukur akan hidup yang kita punya. 

Semua paham, bahwa dunia hanya tempat kita bersinggah. Dengan lamanya waktu untuk berada ditempat persinggahan ini berbeda-beda setiap manusianya. Ada yang hingga menua, remaja, bahkan seusia balita. Lamanya waktu bukanlah menjadi persoalan yang penting sebenarnya. Itu sudah digariskan dan ditetapkan Tuhan sebagai pencipta. Tapi, bagaimana cara kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu singgah kita yang hanya sementara itu. 

Aku bukan manusia yang sangat baik. Bukan manusia yang men-just dirinya soleha. Bukan manusia kaya yang dapat bersikap dermawan kebanyak orang. Bukan manusia hebat yang memiliki banyak kemampuan. Aku hanya manusia sederhana. Dengan kehidupan yang biasa. Manusia yang hanya punya keinginan sederhana pula. Aku hanya ingin dapat memahami hidup ini dengan baik. Aku hanya ingin orang-orang yang mengenalku dapat mengenangku dengan manis. Ingin memberikan kebaikan kebanyak orang. 

Bagaimana nanti aku dikenang setelah aku mati? 

Belakangan aku memahami, terkadang apa yang kita ucapkan dapat mempengaruhi hidup orang lain. Positifkah itu….atau negatif untuknya. Seperti terkadang kita menunda sesuatu, dan mengatakan “Tunggu”. Tahukan kawan, kita dapat membuat orang lain atau orang yang memiliki keterkaitan dengan orang itu maupun kita dapat menunggu, dapat terlambat, dapat kehilangan sesuatu. Sederhana memang apa yang kita ucapkan. Taukah? Terkadang efek untuk orang lain sangatlah besar. Kuharap apa yang aku ucapkan memberikan efek positif atau kebaikan untuk orang lain. Tapi jarang sekali kan? Lebih banyak yang kita lakukan tanpa kita memikirkannya terlebih dahulu, itu lah dapat menjadi efek negative atau kesusahan untuk orang lain. 

Dan bagaimana bila apa yang kita ucapkan itu penuh emosi dan amarah. Kita tidak memikirkan terlebih dahulu. Kita hanya memikirkan marah kita. Kita terus marah dengan berusaha menyakiti orang lain (yang kita marahi) dengan kata-kata penuh emosi. Bahkan mungkin saja, ucapan yang tidak seharusnya dikatakan, akan kita kata-kan. Hanya bertujuan untuk menyakiti lebih dalam. Fitrahnya manusia begitulah. Menganggap emosi, marah adalah hal yang lumrah atau biasa dalam diri manusia. Pahamkah? Mengapa kita selalu berharap dan menganggap orang lain selalu bisa menerima marah kita, menerima pikiran kita, menerima apa yang kita mau. Mengapa tidak sebaliknya? Cobalah berhenti sejenak. Bahwa orang lain juga mau dimengerti juga. Jadi jangan egois dengan memikirkan diri sendiri. 

Dan membenci itu memang hak kita. Kita dapat melakukannya. Tapi, terkadang dengan kita lebih menahan diri. Sejenak berpikir. Tidak terbawa emosi setan kita. Kita dapat membuat keadaan jauh lebih baik. Ini kupahami berdasarkan pengalamanku sendiri. Bahwa, marah dan ucapan yang menyakiti itu sangatlah membekas dihati. Malah tidak menyelesaikan masalah. Malah membuat rumit. Mungkin dapat dimaafkan. Tapi tidak akan dilupakan. Dan diam bukan berarti kalah kawan. Kontrol-lah hatimu. Dan kau akan jadi pemenang.

Kehidupan tidak selamanya kita miliki, kawan! Orang-orang yang mengatakan cinta akan kita tinggalkan. Harta yang kita cari akan kita tinggalkan juga. Gelar yang kita kejar malah tidak disinggung-singgung oleh malaikat yang akan bertanya dalam kubur nanti. Dia ga peduli, apakah gelar yang kita punya sampai S3 atau hanya tamatan SD. Jadi kenapa harus sombong? 

Aku bukan ahli agama dan juga bukan manusia yang pernah mati suri, sehingga dapat menceritakan bagaiman mati itu? Bagaimana kehidupan setelah mati. Yang kupahami adalah aku hanya ingin belajar menjadi baik. Sehingga laporan ku pada Tuhan nanti bernilai baik juga. 

Bagaimana kematian itu datang? Bagaimana cara nya? Dimana tempatnya? Kita ga perlu tanya dengan peramal atau paranormal, bahkan lihat buku primbon. Kita hanya perlu mempersiapkan diri. Dan berdoa semoga kematian datang dengan cara yang indah dan lebih bersahabat.

Mengapa membicarakan mati? Ini perlu kawan, karena semakin lama kita menjalani hari-hari dan rutinitas yang sama dan membosankan. Kita sering lupa. Dan selalu beranggapan bahwa besok…besok….besok nya lagi kita masih hidup. ^_^

Ita

Senin, 07 Oktober 2013

Menghargai Orang Terdekat

Pemahaman untuk tidak melukai hati orang terdekatmu haruslah lebih diutamakan, kawan. Adik kah itu, kakak, rekan kerja, sahabat, pacar dan terutama ayah ibumu. Merekalah orang-orang disekitarmu yang banyak menghabiskan waktu denganmu. Jaga lisan dan sikapmu. Janganlah menyakiti hingga hati nya terluka. Mungkin akan mudah dimaafkan karena memahami karaktermu. Namun, tidak mudah untuk dilupakan begitu saja. Luka yang tertoreh akan meninggalkan bekas yang masih dapat dikenang dihari-hari berikutnya. Mungkin akan masih ada senyum yang sama, sikap yang sama. Tapi percayalah kedalaman hati tiadalah ada yang dapat menjangkaunya. Dia telah terluka. Itulah faktanya. 

Perbaiki sikapmu kawan, janganlah selalu mengharapkan mereka-mereka yang harus memahami karaktermu. Memberi maaf untuk semua salahmu. Mengerti marahmu. Maklum akan sifat kasarmu. Tau sifatmu. Berhentilah!!!! 

Karakter seseorang bukan lah seperti gen yang diwariskan turun temurun. Bukan lem setan yang terus melekat hingga mati. Karakter dapat diubah. Karena kita memiliki hati, karena ada pikiran yang dapat memahami ilmu. Karena ada agama yang menuntun. Jadi berhentilah kawan. Semua dapat diubah sebelum terlambat. Sebelum mereka orang-orang disisi mu merasa terluka dan sakit. Sebelum mereka jenuh dan pergi. 

Janganlah hanya mengharapkan maaf dari mereka. Berilah hatimu dengan kehangatan dan sikap kebaikan. Karena dirimu juga harus memahami dan mengerti orang lain. Sebagaimana mereka mengerti dan memahami mu.

Ita

Minggu, 06 Oktober 2013

Cintailah dengan Cara yang Sempurna

Ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan…

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya…, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan..

Ketika kita memilih untuk bersama seseorang, walau apapun yang akan terjadi, justru di saat kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya, lebih segalanya, daripada pasangan kita, dan kita tetap memilih untuk mencintainya.. 
Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan…

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang sebagai Kesempatan dalam hidup kita…

Tetapi cinta yang dewasa, mencintai dengan komitmen di hadapan Allah dan manusia adalah Pilihan…

Mungkin kesempatan mempertemukan pasangan jiwa kita dengan kita…
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah pilihan yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan dan manusia.

Kita berada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang Sempurna untuk dicintai…
Tetapi untuk BELAJAR mencintai orang yang Belum Sempurna.. Dengan cara yang Sempurna…

Mari BELAJAR mencintai dan menyayangi pasangan kita yang Belum Sempurna dengan cara yang Sempurna…

Karena pasangan kita adalah belahan jiwa kita…
Agar jiwa kita pun menjadi Sempurna di hadapan Tuhan…

Takdir yang mempertemukan. Rancangan yang indah telah disiapkan oleh-Nya..

••••Di share kembali Dari Tulisan yg sangat bermakna.
#sEmögå Bermanfaat